KEMBALILAH KE TUGAS UTAMAMU

 

Mari kembali ke tugas kita, ilmu, amal dan dakwah. Mari kita menghargai waktu kita, kembali membenahi hubungan kita dengan Allah saat fitnah seperti ini.

012517-kembalilah-ke-tugas-utamamu

Akhir-akhir ini, banyak orang bahkan penuntut ilmu dan ustadz tersedot waktu, energi dan pikiran untuk mengikuti berita perkembangan politik praktis negeri ini yang semakin carut marut.

Beberapa penuntut ilmu bahkan ustadz mendadak berubah profesi dari pendakwah menjadi pengamat politik bahkan politikus yang mengulas dan menganalisa peta politik sehingga tersibukkan dari tugas mulia yang inti.

Lebih parah lagi, para awam yang tidak mengerti thaharah (bersuci) dan shalat pun berani berbicara masalah besar tanpa kontrol dan kendali seakan ulama kibar dan Mufti.

Manhaj salaf yang saya kenal sejak dulu adalah menyibukkan diri dengan ilmu, amal dan dakwah, bukan dengan politik praktis zaman ini yang penuh dengan noda-noda yang bertentangan dengan syariat Islam yang mulia.

Dahulu Syaikh Albani berkata:

من السياية اليوم ترك السياية

“Termasuk politik syar’i zaman ini adalah meninggalkan politik praktis”.

Sebuah nasehat dan ucapan yang sangat indah. Dan lebih indah lagi jika kita mengamalkannya, lebih-lebih dalam situasi hiruk-pikuk politik yang melelahkan saat ini.

Mari kembali ke tugas kita, ilmu, amal dan dakwah. Mari kita menghargai waktu kita, kembali membenahi hubungan kita dengan Allah saat fitnah seperti ini. Bukankah Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

العبادة في الهرج كهجرة إلي

Ibadah saat kacau pahalanya sepertinya hijrah padaku” (HR. Muslim no. 2948).

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa bisa begitu? Karena saat situasi kacau, biasanya banyak orang lalai dari ibadah kepada Allah.

Bukan berarti kita tidak memikirkan masalah negeri, tetapi kita punya cara tersendiri untuk menghadapinya berdasarkan tuntunan illahi, yaitu dengan menyibukkan diri dengan ibadah.

Kalaupun berbicara tentang politik, biarlah hal itu kita serahkan kepada orang-orang yang ahli di bidangnya dari ulama dan umara’ tanpa menyibukkan umat dan memprovokasi menuju anarkisme, demonstrasi dan pertumpahan darah.

Mari bersikap tenang, jangan sibukkan diri kita dengan politik praktis.

Wahai para penuntut ilmu dan para ustadz, tolong ajarkanlah kami kembali kepada ilmu yang bermanfaat, gandenglah tangan kami menuju surga, jangan sibukkan kami terlibat dan terjun dalam dunia politik praktis yang kotor.

Semoga Allah memperbaiki keadaan negeri ini.

Barakallah

@kaefota

Iklan

RISALAH KEMATIAN

Sebuah Hakikat Yang Perlu Untuk Direnungkan

🔹عند موتك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah cemas ketika anda hendak wafat.

🔹عند وقوف قلبك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah terlalu cemas juga ketika jantungmu berhenti.

🔹عند سكرت موتك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah juga panik saat engkau merasakan sekarat

🔹ولا تهتم بجسدك😢البالي

Jangan perdulikan jasad anda yang akan hancur

👥 سيكون المسلمون …..

Karena kaum muslimin ada saja yang…

👈 سيقومون باللازم

Akan melaksanakan kewajiban mereka

1- يجردونك من ملابسك

Menanggalkan pakaianmu

2- يغسلونك

Memandikanmu

3- يكفنونك

Mengkafanimu

4. يحفرون ثقوب لهدك

Menggalikan lobang lahatmu

5- يخرجونك من بيتك

Mengeluarkanmu dari rumahmu

6- يحملونك عاى اكتافهم

Menggotongmu di atas pundak² mereka

7- ويذهبون بك لمسكنك الجديد
( القبر )

Mengantarkanmu ke tempat tinggal barumu (kuburan)

8- وسيأتي الكثيرون لتشييع جنازتك بل سيلغي الكثير منهم أعماله لأجل دفنك ،
وقد يكون الكثير منهم لم يفكر في نصيحتك يوما

Banyak orang yang akan berdatangan untuk mengangkat jenazahmu, bahkan banyak pula yang meninggalkan pekerjaannya demi untuk menguburmu, bisa jadi banyak dari mereka yang melupakan nasehat yang pernah Engkau sampaikan pada suatu hari yang telah berlalu.

9- أغراضك سيتم التخلص منها، ينقل الى أ ي الأيد

Peralatanmu akan segera diselesaikan, berpindah tangan

🔹مفاتيح مركبك وبينك
– kunci kendaraan dan rumahmu
🔹حقيبتك
– tasmu
🔹كتبك
– buku
🔹حقيبتك
– tas
🔹جوالك
– handphone mu
🔹أحذيتك
– sepatu
🔹ملابسك
– pakaian

👈 وإن كان أهلك موفقين
فسوف يتصدقون بها لتنفعك

– apabila keluargamu baik, maka mereka akan menyedekahkannya agar ia bermanfaat untukmu

☝وتأكد بأن ؛

Pastikanlah bahwa:

👈الدنيا لن تحزن عليك

Bumi tidak akan sedih atasmu

👈 ولا العالم

Tidak pula alam semesta

👈 والضروب تسير كالعادة ولا تغير بفراقك

Keadaan juga akan berjalan seperri biasa, tidak terpengaruh dan tidak berubah dengan perpisahanmu

👈واﻻقتصاد سيستمر

Perekonomian akan terus berlanjut

👈ووظيفتك سيأتي غيرك ليقوم بها

Pekerjaan anda, akan datang orang lain untuk menggantikannya

👈وأموالك ستذهب حلالاً للورثة

Hartamu akan dibagikan secara halal kepada ahli waris

☝بينما أنت الذي ستحاسب عن
📛النقير والقطمير📛

Sementara anda akan dihisab atas segala sesuatu hingga perkara yang hina dan kecil

..♪
أول ما يسقط منك عند موتك هو اسمك ..
Yang pertama akan runtuh darimu ketika wafat adalah ‘namamu’..

لذلك عندما تموت يقولون عنك أين الجثة ..؟

Karena itu, setelah meninggal orang akan berkata tentangmu: ‘dimana mayatnya’ ?

ولا ينادونك بإسمك ..!

Mereka tidak memanggil lagi dengan menyebutkan namamu !

ولا يبقى من اسمك إلا ذاكرة ..!

Namamu tinggalah kenangan belaka.

وعندما يريدون الصلاة عليك يقولون *احضروا الجنازة* ..؟

Ketika akan menshalati, mereka berkata: “hadirkan jenazah”..

ولا ينادونك باسمك ..!

Mereka tidak memanggil dengan menyebutkan namamu

ما اسرع…اختفى اسمك

Betapa cepat namamu hilang berlalu…

وعندما يشرعون بدفنك يقولون *قربوا الميت* ولا ينادونك باسمك ..!

Saat akan menguburkan, mereka berkata: “dekatkan mayatnya,” tanpa menyebutkan namamu…

فلا تغرك قبيلتك ولا يغرك منصبك ولا نسبك ..

Tidak akan ada yang membela, baik suku, kedudukan ataupun keturunanmu

فما أتفه هذه الدنيا وما أعظم ما نحن مقبلون عليه ..

Betapa rendahnya dunia ini dan betapa besarnya apa yang akan kita hadapi setelahnya

سطور من ذهب ..💐💐

Catatan dengan tinta emas

👈 الحزن عليك سيكون ثلاثة أنواع؟؟

Kesedihan atasmu akan terbagi menjadi tiga:

1- الناس الذين يعرفونك سطحياً سيقولون *مسكين‼*

1.Orang yang mengenalmu sepintas akan mengatakan: “kasihan dia !!”

2- أصدقاؤك سيحزنون ساعات أو أياماً ثم يعودون إلى سوالفهم وضحكهم‼

2.Teman-temanmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka akan kembali kepada canda dan tawanya…

3- الحزن العميق في البيت‼أهلك أسبوع أسبوعين شهر شهرين أو حتى سنة📆؟؟

3.Kesedihan mendalam dirumah! Keluargamu akan bersedih sepekan, satu-dua bulan atau hingga satu tahun

☝ومن ثم سيضعونك في أرشيف الذكريات‼

Kemudian mereka akan meletakkannya dalam arsip ingatan

⭕وهكذا⭕

Demikianlah

👈انتهت قصتك بين الناس

Kisahmu telah berakhir pada kalangan manusia

مايبقى منك إلا *ألبوم الذاكرة*

Engkau tinggal hanya ‘ALBUM KENANGAN’

☝👈 وبدأت قصتك مع الحقيقيه؟؟؟؟؟

Kisahmu akan dimulai bersama suatu yang nyata

😢وهي الآخرة😢

Dialah alam akhirat

👈 لقد زال عنك؟؟؟

Telah sirna darimu

1- الجمال

Keindahan

2- والمال

Harta

3- والصحة

Kesehatan

4- والولد

Anak

5- لقد فارقت الدور والقصور

Anda telah berpisah dari rumah dan istana

6- والزوجة ؟؟؟

Istri

👈 وبدأت الحياة الحقيقية👉

Dimulailah kehidupan Yang sesungguhnya

❓والسؤال هنا :

Pertanyaannya sekarang:

❓ماذا أعددت لقبرك وآخرتك ؟

Apa yang telah Engkau siapkan untuk kubur dan akhiratmu?

❓هذه حقيقة تحتاج الى تأمل

Ini adalah hakikat Yang perlu untuk direnungkan

☝احرص على :

Jagalah selalu atas :

1- الفرائض

Ibadah yang wajib

2- النوافل

Ibadah yang sunnah

3- صدقة السر

Sedekah tersembunyi

4- عمل صالح

Amal sholeh

5- صلاة الليل

Shalat malam

✅لعلك تنجو✅

Dengan harapan anda menjadi selamat

⭕لو ساعدت على تذكير الناس بهذه المقالة إن شاء الله

Jika anda bantu orang lain dengan menyebar peringatan ini

⭕ستجد أثر تذكيرك في ميزانك يوم القيامة

Akan anda dapatkan hasil dari kebaikannya dalam timbanganmu pada hari kiamat

👈 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 👉

Berilah peringatan karena peringatan akan bermanfaat bagi orang beriman

☝لماذا يختار الميت

Kenapa mayat memilih

⭕“الصدقة”
“Sedekah”

لو رجع للدنيا
Jika kembali ke dunia

⛅كما قال تعالى⛅
Sebagaimana firman Allah

👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب
‼فأصدق‼
Ya Allah, jika Engkau akhir kan ajalku sedikit saja, niscaya aku akan bersedekah

ولم يقل :

Orang itu tidak mengatakan:

👈 لاعتمر
Niscaya aku akan umroh

👈 او لأصلي
Atau akan shalat

👈 أو لأصوم
Atau akan puasa

☝ قال العلماء :

Para ulama menjelaskan:

ما ذكر الميت الصدقة إلا لعظيم ما رأى من اثرها بعد موت‼

Seorang mayat tidak mengatakan kecuali sedekah, tidak lain kecuali dikarenakan dia telah melihat betapa besarnya dampak yang dihasilkan dari sedekah bagi mereka yang telah wafat

👈 فأكثروا من الصدقة

Maka dari itu, perbanyaklah sedekah

👈 فإن المؤمن يوم في ظل صدقته

Karena nanti pada hari kiamat, seorang mukmin akan berada di bawah naungan sedekahnya

👈 وأفضل صدقة تفعلها الآن هي :

Sedekah terbaik yang bisa anda lakukan sekarang ini adalah:

⭕ نشر هذا الكلام بنية الصدقة

Menyebarkan risalah ini dengan niat sedekah

👈لأن كل من سيطبق هذا الكلام ويعلمه للأجيال القادمة فأجره

Karena setiap orang yang mengamalkan nasehat ini dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya, maka ganjarannya

👈يصلك بإذن الله👉

Akan sampai kepadamu insyaa Allah

منقول : مجموعة واتشاب معهد رياض الصالحين

Wallohu a’lam bishshawab

@kaefota

Pemberian Allah Datang Setelah Ujian

DALAM pengajian rutin malam Jum’at disampaikan lima dari puluhan ibrah atau pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa isra’ mi’raj Rasulullah SAW.

Termasuk poin yang paling penting adalah bahwa al-minah (pemberian Allah) selalu datang setelah al-mihnah (ujian).

Banyak kisah yang berkaitan dengan isra’ yang menunjukkan pelajaran ini.

Salah satunya adalah terjadinya mu’jizat dan fadl (keutamaan) dari Allah yang diberikan kepada Rasulullah pasca-bertubi-tubinya musibah.

Kalau begitu, masih adakah alasan untuk mengeluh?

Poin berikutnya adalah bahwa melalui isra’ mi’raj Allah menunjukkan bahwa Dia berkuasa membawa manusia yang ada di bumi ini untuk naik ke alam langit dan mengembalikannya lagi ke bumi tanpa menggunakan teknologi tercanggih manusia.

Apalagi pada faktanya secanggih-canggihnya “teknologi” di jaman Rasulullah adalah membuat patung dan pedang.

Sepeda pancal belum ada apalagi pesawat terbang.

Pengetahuan kita akan kekuasaan Allah seperti itu harusnya meyakinkan kita bahwa selalu ada jalan keluar dari setiap masalah.

Bahkan, bisa jadi jalan keluar itu adalah di luar imajinasi dan nalar kita.

Kalau begitu, masihkah ada alasan untuk pesimis alias putus asa?

Lalu dimana iman dan percaya kita pada kekuasaan Allah?

Yakinlah bahwa selalu saja ada 1001 kemungkinan keluar dari masalah.

Kalau begitu, jangan coba-coba mencari jalan keluar dari masalah dengan cara membuat masalah baru seperti yang dilakukan banyak orang yang kehabisan cara sehat menyelamatkan diri sendiri dari suatu permasalahan.

Ada banyak renungan lain yang mestinya bisa dishare.

Namun status ini membatasi dirinya untuk menguraikan secara lengkap.

Terimakasih pada segenap jamaah dan lainnya yang sudah hadir di pondok. Semoga penuh berkah.

Salam.

@kaefota

Sejarah Diwajibkannya Wudlu’ Sebelum Sholat

Adalah kita, umat muslim di Indonesia khususnya, sudah memiliki cara pandang kalau wudlu dan salat adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dalam penjelasan fikih, wudlu dikenal sebagai syarat sah salat. Dengan kata lain, salat kita tidak bisa disebut sah jika tidak melaksanakan wudhu.

Secara umum diketahui pula kapan perintah salat pertama kali diturunkan. Biasanya, di setiap acara memperingati peristiwa Isra’ Miraj, para da’i biasanya akan bercerita bahwa pada peristiwa ini Rasulullah Saw. diberikan perintah salat.

Sholat pada awalnya diperintahkan sebanyak 50 waktu. Lalu atas “masukan” Nabi Musa As. kepada Nabi Muhammad Saw., diturunkan sampai hanya 5 waktu saja.

Namun jarang yang bertanya kapan pertama kali disyariatkannya wudhu ? Apakah ia diperintahkan bersama dengan salat atau terpisah, sesudahnya atau sebelumnya?

Di beberapa kitab fikih, seperti Fath al-Mu’in, tidak disebutkan kapan wudhu diperintahkan, disana hanya disebutkan kalau shalat disyariatkan sebelum hijrah ke Madinah, pada tahun ke-10 kenabian Muhammad Saw.

Dalam pendapat yang sama di kitab fikih Syafi’iyyah lain, seperti Hasyiyah Qalyubi ‘ala al-Mahalli. Imam Qalyubi, penulis kitab juga memberikan sejumlah pendapat lain.

Menurutnya, ada yang berpendapat kalau wudhu baru disyariatkan pada tahun ke-16 kenabian. Namun, menarik karena al-Qalyubi juga menghadirkan pendapat yang menyatakan kalau syariat wudhu adalah syariat umat-umat sebelumnya.

Penjelasan yang ber-genre sejarah seputar ibadah salat dapat ditemukan dalam sebuah buku setebal 94 halaman berjudul Tarikh al-Shalat karya Dr. Jawwad Ali.

Sebagai seorang sejarawan, ia mengelaborasi sejarah syariat wudhu dengan memulai penjelasan lewat tradisi Islam. Hadis pun dipilih sebagai penyokong penjelasannya yang utama.

Riwayat al-Baihaqi dalam al-Dalail al-Nubuwwah menyebutkan bahwa berwudhu disyariatkan bersamaan dengan pengajaran shalat oleh malaikat Jibril kepada Nabi Saw.

عن محمد بن إسحاق قال وكانت خديجة أول من آمن بالله ورسوله وصدق بما جاء به قال ثم أن جبريل عليه السلام أتى رسول الله حين افترضت عليه الصلاة فهمز له بعقبه في ناحية الوادي فانفجرت له عين من ماء مزن فتوضأ جبريل ومحمد عليهما السلام ثم صليا ركعتين وسجدا أربع سجدات ثم رجع النبي قد أقر الله عينه وطابت نفسه وجاءه ما يحب من الله فأخذ بيد خديجة حتى أتى بها العين فتوضأ كما توضأ جبريل ثم ركع ركعتين وأربع سجدات هو وخديجة ثم كان هو وخديجة يصليان سرا

Dari Muhammad ibn Ishaq berkata: bahwa Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Allah Swt. dan rasulnya dan meyakini kebenaran ajarannya. Kemudian, Jibril alaihi-s-salam mendatangi Rasulullah Saw. ketika sudah (diturunkan perintah) diwajibkan shalat. Lalu, Malaikat Jibril menekan tumitnya disalah satu sisi lembah, lalu memanucurlah mata air dingin dan digunakan oleh malaikat Jibril dan Nabi Muhammad Saw. berwudhu, kemudian mereka berdua shalat dua rakaat dan empat sujud. Setelahnya, Rasulullah Saw. pulang dan mata airnya itu dijadikan oleh Allah tetap memancur, senanglah perasaan Rasulullah dan kembali kemata air itu bersama Khadijah untuk melakukan shalat. Keduanya berwudhu seperti yang dilakukan Jibril, kemudia shalat dua rakaat dan empat sujud secara sembunyi-sembunyi.” (HR. Al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah)

Dari hadis tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pendapat dikalangan pakar sejarah mengenai tahun terjadinya Isra’ Mi’raj dan wafatnya Khadijah.

Ibn Ishaq, seperti yang kemudian dikutip Ibn Hisyam menyatakan bahwa Khadijah baru wafat setelah peristiwa Isra’ Mi’raj. Sehingga, wudhu pun sudah diketahui oleh Khadijah dan beberapa umat muslim lain sebelum hijrah ke Madinah.

Bagaimana Soal Ayat “Idza qumtum ila-s-shalaati fa-ghsiluu wujuuhakum…”?

Sementara, –yang berpendapat kalau baru disyariatkan di Madinah-, berpegang kepada asbab al-nuzul ayat 5 dari surah al-Maidah ini.

Tahir ibn ‘Ashur, mufasir asal Tunisia memaparkan bahwa melihat surah al-Maidah adalah diantara surat yang turun paling akhir, maka ayat ini tidak menunjukkan kalau wudhu baru disyariatkan, malah sebaliknya wudhu sudah diajarkan bersamaan dengan shalat, berdasarkan hadis riwayat al-Baihaqi tadi.

Pendapat Ibn ‘Ashur dalam tafsirnya mengenai kedudukan ayat ini, adalah merupakan paparan tentang diantara nikmat-nikmat Allah Swt. yang diberikan kepada umat manusia yang bertakwa.

Hal ini seperti yang disampaikan Ibn Hazm dalam karya dibidang sejarahnya, al-Sirah al-Halbiyah seperti dikutip Jawwad Ali, bahwa perintah wudhu sifatnya adalah makiyyun fi al-fardh, wa madaniyyun fi al-tilaawah (diwajibkan di Mekkah, namun diturunkan nash Quran-nya di Madinah).

Waallahu A’lam bishshawab

@kaefota

Sumber

Perjanjian Khalifah Umar bin Khattab Dengan Penduduk Yerusalem

Yerusalem merupakan kota yang tercatat dalam sejarah penyebaran Islam. Di kota ini, berdiri situs suci ketiga Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yaitu Masjidil Aqsa.

Yerusalem pernah ditaklukan pasukan Islam di era pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Pasukan Islam di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid dan Amr bin Ash berhasil mengepung kota ini yang saat itu dikuasai Kerajaan Bizantium.

Meski sudah dikepung, Uskup Sophronius selaku perwakilan kerajaan Bizantium sekaligus Pemimpin Gereja Kristen Jerusalem menolak menyerahkan kota itu kepada Khalid dan Amr. Dia menyatakan akan menyerahkan sendiri Yerusalem kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Permintaan itu dipenuhi oleh Umar dengan datang seorang diri menemui Sophronius. Sang Uskup terkesan dengan Umar lantaran datang dengan berjalan kaki, hingga akhirnya berkenan membuat kesepakatan damai dan menyerahkan Yerusalem kepada umat Islam.

Dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Umar, Sophronius, dan beberapa panglima perang Islam itu, Sang Khalifah mengatur hak dasar antara Muslim Yerusalem dan umat agama lain di sana.

Apa isi perjanjian sang Khalifah itu?

Isi Perjanjian Sang Khalifah

Bismillahirrahmanirrahim

Ini adalah jaminan keamanan dari hamba Allah, Umar, Amirul Mukminin, kepada penduduk Yerusalem. Umar memberikan jaminan terhadap jiwa mereka, harta, gereja-gereja, salib-salib, orang-orang yang lemah, dan mereka tidak dipaksa meninggalkan agama mereka.

Tidak ada seorang pun di antara mereka yang merasa terancam dan diusir dari Yerusalem. Dan orang-orang Yahudi tidak akan tinggal bersama mereka di Yerusalem.

Penduduk Yerusalem diwajibkan membayar pajak sebagaimana penduduk kota-kota lainnya, mereka juga harus mengeluarkan orang-orang Bizantium, dan para perampok. Orang-orang Yerusalem yang tetap ingin tinggal di wilayah Bizantium, mereka boleh membawa barang-barang dan salib-salib mereka.

Mereka dijamin aman sampai mereka tiba di wilayah Bizantium. Setelah itu mereka pun masih diperbolehkan kembali lagi ke Yerusalem jika ingin berkumpul dengan keluarga mereka, namun mereka wajib membayar pajak sebagaimana penduduk lainnya.

@kaefota

KISAH MISTERI BANJIR BESAR DI MASA NABI NUH

 

Banyaknya bencana akhir-akhir ini terutama banjir besar yang melanda dunia, mengingatkan kita kembali akan kisah banjir besar yang pernah terjadi di masa Nabi Nuh. Seharusnya manusia kembali ke jalan yang benar agar bencana demi bencana ini segera berakhir.

Kisah seorang manusia, kapal, dan air bah pertama muncul di timur tengah. Area yang sama melahirkan agama Yahudi, Kristiani, dan Islam. Diceritakan dlm Al-Quran maupun Bible, catatan peristiwa bencana yang terjadi di awal sejarah manusia, tak lama setelah penciptaannya.

Banyak yang tahu kisah ini dari kecil, kisah tentang murka Allah yang memutuskan membuat air bah besar yang akan menyapu semuanya. Kecuali satu keluarga yang dilihat Allah melakukan hal-hal yang baik, yaitu keluarga Nuh/Noah.

Tapi seserius apa kita bisa menerima kisah Nuh dan bahteranya? Apakah benar-benar terjadi seperti kata kitab suci?

Banyak orang ragu bahwa memang ada air bah dan sebuah bahtera. Orang yang meragukannya, umumnya melihat dari tidak adanya bukti/petunjuk geologi mengenai pernah terjadinya musibah air bah yang bersifat global di masa silam. Jika demikian, bisakah kisah Nuh, bahtera dan air bah diterima secara harafiah?

Pertama kita mulai dengan usia orang-orang yang terlibat. Nabi Nuh misalnya, beliau berusia 500 tahun saat mendapat peringatan itu, hal ini mendapat masalah bagi banyak pembaca modern.

Usia orang-orang saat meninggal yang disebutkan dalam catatan Qur’an dan Bible adalah masalah yang tak biasa, karena bukan itu yang terjadi sekarang. Tapi bukannya tak bisa dipecahkan. Mungkin saat diciptakan manusia dimaksudkan untuk hidup lama. Namun perubahan lingkungan terjadi dan mendadak orang mulai hidup lebih singkat.

Tafsiran harafiah waktu dalam kitab suci memiliki sejumlah akibat menarik. Diantaranya yaitu memberi dasar untuk menghitung waktu penciptaan dan waktu untuk air bah Nuh.

Pembuat perhitungan itu yaitu seorang Uskup Irlandia abad ke-17, James Ussher. Ia memperkirakan dunia diciptakan sekitar thn 4000 SM. Memakai tgl penciptaan, Ussher lalu menghitung tahun air bah itu. Kejadiannya tahun 2348 SM.

Menurut perhitungan kasarnya, sekitar 100 thn sebelum itu, Nuh menerima perintah Tuhan tentang cara ia dan keluarganya selamat dari air bah tersebut. Allah menyuruh Nuh membangun kapal yang sangat besar, sebuah bahtera. Dan perintah-Nya cukup terperinci. “Bahtera itu 300 hasta panjangnya, 50 hasta lebarnya, 30 hasta tingginya.”

Hasta adalah sepanjang lengan manusia dari siku ke ujung jari, 45 cm. Jika dimensi bahtera itu benar, berarti ini adalah kapal kayu terbesar dalam sejarah dunia, keajaiban asli buatan manusia. Beberapa orang yakin kapal itu masih ada disuatu tempat, menunggu untuk ditemukan.

Sekitar 100 tahun terakhir, pemburu bahtera pergi ke Timur Tengah dan mendaki beragam gunung, mencari puncak tempat bahtera itu terletak. Kitab suci tidak menunjukkan dimana bahtera itu terdampar, kita hanya berspekulasi bahwa bahtera itu mendarat di atas pegunungan Ararat.

Ararat adalah suatu wilayah kerajaan kuno bernama Uratu. Gunung Ararat merupakan suatu puncak tertinggi yg terletak di Turki timur. Karena pada artikel ini aku menekankan untuk membahas bagamana proses terjadinya musibah air bah Nabi Nuh, maka untuk pembahasan mengenai pemburuan bahtera Nuh.

Jadi bagaimana dengan badai dan air bah yang disebutkan dlm kitab suci? Adakah petunjuk yang bisa menegaskan catatan didalam dua kitab suci tsb?

Beberapa orang menganggap ada petunjuk mengenai air bah mendunia/global. Dari semua bencana alam yang menimpa orang jaman prasejarah, bencana air bah tampaknya paling meninggalkan kesan terbesar.

Semua budaya di seluruh dunia memiliki mitos banjir besar. Mungkin ini satu-satunya mitos dunia sebenarnya yg kita miliki, dan mitos itu tersebar merata di Timur Tengah.

Ada satu cerita sangat serupa dengan catatan tentang Nuh. Epik Gilgamesh adalah cerita dari Mesopotamia, berasal dari sekitar tahun 2700 SM, millenium ketiga. Ditempat yang kini disebut sebagai Irak Modern, dulu dikisahkan ada sesorang, satu bahtera, beberapa burung, dan banyak binatang. Ada keluarga kandung dan seluruh umat manusia dibasmi, kecuali satu orang ini, kapalnya dan semua di dalamnya.

Perbedaan utama antara kedua cerita ini adalah jika didalam kitab suci menekankan dimensi moral, yaitu manusia dihukum atas dosa mereka. Mungkinkah kedua Cerita ini muncul dari peristiwa yang sama?

Ada cukup persamaan antara cerita di Alkitab tentang bahtera Nuh dan cerita mengenai Epik kepahlawanan Gilgamesh. Tak diragukan lagi keduanya berkaitan dan pusat kedua cerita itu ialah air bah.

Didalam kitab suci, Nuh, keluarganya dan para hewan mengunci diri di dalam bahtera dan menanti badai yang dijanjikan itu datang. Mereka tak menunggu lama, setelah tujuh hari, datanglah air bah meliputi bumi. Hujan lebat meliputi bumi 40 hari dan 40 malam lamanya.

Al-kitab menceritakan airnya naik setinggi 15 hasta, sekitar 6,6 meter. Air itu terus meninggi hingga menutupi seluruh daratan, bahkan gunung-gunung tertinggi. Selama 150 hari, bahtera itu mengarungi air.

benarkah-kapal-nabi-nuh-berasal-dari-pulau-jawa5

gambar perahu nabi Nuh
The Noah’s Ark Relic

Selama bertahun-tahun banyak teori dikemukakan oleh para penganut penciptaan untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya air bah Nuh itu terjadi.

Menurut suatu teori, pada awal-awal penciptaan, saat Allah menciptakan langit dan memisahkan laut dari daratan, sebagian air terperangkap di bawah lapisan bumi. Dibawah tekanan, air itu ahirnya menyembur keluar.

Semburan panas meletus bersamaan diseluruh bumi dan menimbulkan air bah. Namun teori ini tidak dianggap serius oleh para geolog. Sebab, jika semua sumber air panas bawah tanah menyembur keluar, tidak akan pernah masuk akal untuk menghasilkan air sebanyak itu.

Teori populer lainnya diajukan tahun 1960-an oleh Henry Morris dan Jhon Whitchomb. Mereka yakin sebelum air bah datang, ada tudung uap diatas atmosfer.

Air bah dibawa saat tudung uap air ini entah bagaimana runtuh melalui mekanisme yang tak diketahui. Menurut para penganut penciptaan, tudung uap air ini memberi sumber paling tidak separuhnya dari keseluruhan air yang dibutuhkan untuk menghasilkan air bah tersebut.

Tapi, ada sejumlah masalah dengan teori tersebut, terutama tekanan besar dari atmosfer yang sangat lembab.

Teori lainnya tentang dari mana air bah itu berasal, dikembangkan oleh Bruce Masse. Seorang ahli purbakala yang bekerja di Laboratorium Los Almost di New Mexico.

Menurutnya air bah itu disebabkan oleh sesuatu dari luar angkasa. Ia mengatakan telah menemukan petunjuknya dalam mitos di seluruh dunia, termasuk didaerah asalnya sendiri.

Orang Amerika asli pada umumnya memiliki legenda mengenai banjir besar, tiap kelompok suku memiliki legenda banjir terpisahnya sendiri. Kelompok-kelompok itu menurunkan sejarahnya secara lisan, namun unsur-unsur juga bertahan dalam seni mereka.

Pictograph atau seni batu misalnya, banyak yang menceritakan suatu kisah mengenai kehidupan mereka dimasa silam. Ini bukan hanya merupakan gambar yang sama sekali tak berarti, namun justru sebaliknya.

Masse khususnya tertarik pada suatu lambang yang umumnya ditemukan diseluruh wilayah Amerika Utara dan Selatan.

Banyak kebudayaan Indian yang terkait dengan legenda air bah, biasanya dikaitkan dengan ular air, ular dengan hiasan bulu dikepalanya. Masse melihat tema umum pada citranya, makhluk panjang yang sering digambarkan bertanduk di kepala dan dikaitkan dengan sebuah banjir besar.

Menurutnya, sangat mungkin ular bertanduk ini merupakan gambaran dari sesuatu obyek yang dilihat oleh pengukir batu di langit. Hal tak biasa yang banyak dikaitkan oleh manusia prasejarah dengan suatu bencana dasyat, apa lagi kalau bukan…komet.

Ancient Comet

Bila melihat komet, pasti kita juga bisa melihat ekor panjang-nya itu, mirip hiasan kepala pada ujung belakangnya atau bahkan mirip tanduk. Setidaknya itulah imajinasi masyarakat prasejarah.

Berdasarkan mitologi, jelas ada suatu cerita mengenai suatu komet yang masuk ke atmosfer bumi yang ahirnya terhempas ke laut. Ada identifikasi bahwa kemunkinan situs tabrakan itu berada di 1448 km tenggara Madagaskar. Sekenario ini tidak mengada-ada.

Sebuah Komet selebar 3,2 Km memasuki tata surya dan mengarah langsung ke bumi. Komet itu menembus atmosfer dengan kecepatan 160 ribu km perjam dan menghantam samudera, pada saat itulah segalanya kacau balau. Hantaman ini menembakkan sejumlah air ke atas, mungkin 9-10 kali massa komet itu sendiri dan air terus naik hingga keluar atmosfer.

Tabrakan seperti itu akan memiliki energi TNT sebesar 10 juta megaton atau setara dengan 500 juta kali energi yang terlepas dalam bom yang jatuh di Nagasaki! Hal itu tentunya akan melontarkan uap air berlebih ke atmosfer dan menimbulkan hujan yang sangat hebat selama 6-7 hari lamanya.

Tsunami raksasa di Samudera Hindia melanda pantai hingga 2400 km jauhnya dengan gelombang setinggi lebih dari 183 meter. Saat itu juga, badai siklon terjadi diseluruh bumi. Air yang jatuh dari langit bergabung dengan badai lautan dan membentuk bencana angin topan. Menjadikan suatu banjir raksasa yang menutupi bumi.

Dengan mempelajari peta astronomi dan memeriksa silang waktu saat komet lewat dekat bumi, Masse bisa membuat perkiraan terbaik tentang kapan tepatnya komet itu menabrak. Menurut datanya, tanggal 10 Mei 2807 SM memang ada komet yang menabrak bumi. Ia tak ragu bahwa ini terkait mitos seputar air bah di seluruh dunia, termasuk air bah Nuh.

Teori Masse cukup radikal, dan ia tahu bahwa para ahli astronomi meragukannya, tapi para geolog utama tak bisa menepisnya. Ini mungkin teori yang paling masuk akal, fakta bahwa mungkin disebabkan oleh bertemunya komet dan bumi.

Kita tahu bahwa umumnya kawah besar terbentuk karena tabrakan meteor dan komet pada bumi. Bumi telah ditabrak sampai rusak sejak awal pembentukannya, dibombardir asteroid dan meteorid. Salah satu tabrakan mungkin adalah penyebab kepunahan Dinosaurus 65 juta tahun silam, dan tabrakan masih terjadi hingga sekarang.

Peristiwa bencana mungkin akan berdampak abadi pada budaya, semacam tradisi lisan seperti yang kita dengar 5000 tahun sesudahnya dalam bentuk cerita. Peristiwa dasyat semacam itu akan menciptakan sebuah mitos dan kita harus menjelaskannya.

Mereka harus memberitahu generasi berikutnya bahwa hal buruk telah menimpa mereka dimasa silam, agar keturunan mereka tahu. Tapi, apa tepatnya yang mereka gambarkan?

Jawabnya adalah mengenai bencana air bah dasyat yang menutupi seluruh bumi, dan Al-Qur’an maupun Bible mengisahkan peristiwa itu terjadi dalam cerita Nabi Nuh. Tapi pada umunya, geolog tak bisa mendapat petunjuk untuk mendukung teori itu.

Geologi umum menegaskan bahwa bumi hampir seluruhnya tertutup air sekitar 500 juta tahun lalu, saat iklim jauh lebih hangat dari sekarang. Saat itu banyak fosil hewan laut yang kita temukan di puncak gunung saat ini setidaknya itu yang diyakini kebanyakan Geolog.

Namun sebenarnya, ada suatu tempat yang bisa membuktikan bahwa bumi memang benar-benar pernah diselimuti air bah mendunia, tempat itu adalah Grand Canyon.

Bukti-buktinya ada pada karangnya. Grand Canyon menyingkap lapisan sedimen lebih banyak dari tempat manapun di dunia ini. Tampak banyak petunjuk yang menunjuk fakta bahwa ngarai di Grand Canyon terbentuk melalui bencana. di tempat tersebut,

Fosil laut terkubur dalam lapisan dan bukan dalam cara yang homogen, fosil-fosil ini tersebar, terserak dan rusak.

Ada suatu hal yang disepakati penganut penciptaan dan evolusi, bahwa ngarai di Grand Canyon dipahat oleh air. Fakta bahwa karang Grand Canyon umunya dibentuk oleh air, jika dilihat dengan pikiran terbuka, menunjuk pada banjir mendunia.

Dalam cerita, Nuh hanya dapat melihat air begitu badai mereda. Nabi Nuh mengirim burung merpati untuk memantau bumi, hingga 3 kali. DI kali ketiga, burung merpati itu tak kembali, jadi Nuh tahu kini bumi sudah aman untuk dihuni. Itu berarti Nabi Nuh keluar dari bahtera tiba di negeri yang belum pernah dilihatnya, jauh di sebuah pegunungan di suatu tempat. Tapi masalahnya, itu gunung yang mana?

Menurut Arkeolog, Bob Cornuke, umumnya para pemburu Bahtera mencari di tempat yang salah. Ia tak percaya bahtera itu berada di Puncak Ararat, sebab ia pernah mengintarinya 2 kali dengan menaiki helikopter dan pesawat biasa. Dan ia tidak pernah melihat obyek apapun disana yang mirip dengan sebuah Bahtera. Lalu, dimana tempat yang benar?

Menurutnya, bahtera itu terletak di pegunungan Utara Iran. Cornuke telah melakukan 4 ekspedisi ke Iran, sekaligus menerima pelecehan yang biasa didapati oleh pemburu bahtera. Sebab orang akan sering ditertawakan bila mencari bahtera Nuh.

Menurut Cornuke, ia memiliki petunjuk yang belum bisa diikuti siapapun, yaitu laporan insinyur Amerika yang melihat hal aneh di sebuah gunung di Iran tahun 1943 lalu.

Pada ketinggian 3750 m tampak sebuah benda gelap yang luar biasa berbentuk sebuah bahtera disana, mencuat keluar dari sisi gunung. Bukan berbentuk kotak besar seperti imajinasi kita akan bahtera Nuh, tapi lebih mirip bangunan yang sudah terbakar dan ada sisa-sisa hangusnya. Bahan dasarnya seperti kayu, tapi sangat berat hingga hanya sedikit contoh bisa dibawa untuk diuji.

Lalu, apakah obyek luar biasa yang terletak di Pegunungan tersebut benar-benar sebuah bahtera? adakah sangkut pautnya dengan Kisah Nabi Nuh? dan apakah mungkin itu benar-benar merupakan bahtera Nabi Nuh yang selama ini banyak diburu itu?

Jika Dimensi Bahtera Nabi Nuh benar, maka ini adalah kapal kayu buatan manusia terbesar dalam sejarah

Dari teori tudung uap air yang entah bagaimana runtuh , lalu teori air dalam tanah yang entah bagaimana menyembur keluar, sampai teori mengeni tabrakan komet disuatu tempat di samudera. Semua teori ini menawarkan penjelasan atas bencana banjir. Lalu teori manakah yang benar?

Bertahun-tahun, ahli purbakala mencari petunjuk mengenai bencana banjir besar di Timur Tengah, sesuatu yang bisa menegaskan catatan kitab suci mengenai kejadian tentang Nuh dan Bahteranya dan selama bertahun-tahun, hasilnya nihil.

Lalu di tahun 1920-an, ahli purbakala bernama Leonard Woolley menemukan lapisan tebal endapat lumpur saat menggali kota kuno Ur yang berlokasi di Iraq. Ia kira disinilah petunjuk sebenarnya mengenai banjir global itu muncul. Namun hasilnya, tidak.

Salah satu situs purbakala yang digali Woolley, ternyata hanya terjadi akibat banjir setempat, bukan merupakan banjir global. Tapi cukup drastis hingga ada puing sedalam 90 cm yang menyapu kota itu.

Lalu ditahun 1996, 2 Geolog tengah bekerja di lepas pantai Turki, disaolah satu perairan yang dianggap paling misterius di dunia. Suatu wilayah laut asin besar, selebar 1200 km dari timur ke barat….Black Sea/Laut Hitam.

Bill Ryan dan Walter Pitman tengah memetakan topografi bawah airnya, dan mereka melihat sesuatu yang menarik. Suatu pantai, jauh dibawah permukaan. Ini menunjukkan bahwa ketinggian air dimasa lalu jauh lebih rendah.

Mereka menemukan sejumlah pantai, karena saat air menyusut akibat penguapan di kondisi jaman es yang sangat gersang meninggalkan garis pantai tua yang mirip noda-noda bak mandi dikedalaman 90-110 meter dan garis pantai terdalam yang berhasil ditemukan adalah sedalam 156 meter.

Contoh isi dari dasar lautnya menunjukkan pada suatu waktu, bahwa dulunya Laut Hitam merupakan danau air tawar dan contoh inti juga menunjukkan perubahan mendadak dari remis air tawar menjadi remis laut.

Pengujian menghasilkan bahwa semua molusca laut tampaknya muncul di semua kedalaman laut hitam pada saat yang bersamaan, 7600 tahun yang lalu. Jadi, sesuatu yang luar biasa pernah terjadi disini.

Sesuatu yang luar biasa itu adalah banjir dengan skala besar, dan sangat mungkin terjadi akibat Global Warming/Pemanasan Global.

Di ahir zaman Es, jutaan ton air terkurung di es kutub. Tapi sungai es mundur dan es kutub meleleh, permukaan laut naik, termasuk laut mediterania.

Air yang naik mencari tempat tujuan dan menemukan sisi lain dari tanah genting tipis disuatu lahan dimana danau air tawar besar menanti di daratan rendah.

Hal ini berarti satu hal, hukum gravitasi akan mengambil alih. Air dari Mediterania mulai membuat saluran melalui Bosporus, mencari temapt yang lebih rendah. Begitu air saluran dibuat, air tertahan di Mediterania menerobos masuk, meyapu semua di jalurnya.

Saluran yang terjadi perlahan-lahan kian dalam dan makin cepat alirannya, diperkirakan butuh 30-90 hari untuk membuat jurang air penuh. Pertanyaannya, apa ada yang melihat peristiwa penghancur bumi itu?

Menurut ahli purbakala Fred Hiebert, jawabannya ada. 10 ribu tahun yang lalu, saat Bosporus belum ada dan Laut Hitam masih merupakan danau air tawar, permukaannya jauh lebih rendah dibanding sekarang. Itu berarti area luas sekelilingnya ada;ah daratan kering.

Area yang sangat bagus untuk dihuni pemburu atau petani purba. Masyarakat Neolitikum pasti mengalami sesuatu yang nyaris tak dapat mereka pahami. Sebuah laut berpindah ke laut lain melalui celah selebar beberapa mil, ini peristiwa yang sunggu menakutkan.

Mereka pasti mendengar suara gemuruh itu dan tanah sangat mungkin bergetar hebat. Mungkin mereka merasakannya sejauh 100-200 Km, sejumlah energi yang sangat besar dan sangat luar biasa.

Air menggelora melalui Bosporus dengan kecepatan 96 km/jam dan melepas volume air 200 kali lipat dari air terjun Niagara. Siapapun yang tinggal dalam beberapa mil dari Bosporus pasti tersapu, sedangkan mereka yang tinggal lebih jauh alan melihat dunia mereka diubah oleh aliran air yang seolah-olah tak ada ahir.

Jika tinggal dilembah sungai, orang pasti masuk jauh ke darat dari beberapa ratus meter sampai satu kilometer tiap harinya. Terus berlanjut, tiap hari lebih jauh ke darat, didepan air bah ini. Jika dugaan Pitman benar, hampir 5000 tahun berlalu antara masa air bah itu terjadi dan masa kenangan lama itu ditulis.

Jelas ada banjir buruk yang menutupi semuanya dan dimana saja dan itu mungkin menjadi penyebab munculnya legenda air bah. Peristiwa bencana seperti itu pasti terkesan meliputi seluruh dunia, karena mungkin orang membawa serta ceritanya saat bermigrasi, mungkin cerita-cerita itu menjadi legenda air bah mesopotamia, lalu kisah Epik Gilgamesh dan Kisah Nabi Nuh.

Pastilah banjir yang amat besar, bukan yang akan menutupi seluruh bumi tetapi menutupi sebagian besar daratan yang saat itu mereka ketahui. Wallahualam bi shawab.

Semua teori-teori diatas, merupakan teori-teori dari beberapa ilmuwan yang mencoba untuk menguak misteri bagaimana banjir Nabi Nuh itu terjadi.

Mungkin teori-teori diatas sama sekali tidak ada yang dapat mewakili dari kejadian sebenarnya di masa silam. Sebab kita manusia, hanya mampu untuk mengajukan beberapa teori untuk mewakili penggambaran dari musibah-musibah besar itu terjadi.

Walaupun demikian, kita tidak perlu menjadi ragu. Sebab, firman Tuhan yang terlulis dalam kitab suci adalah benar. Mari kita jadikan peristiwa-peristiwa mengerikan itu sebagai penggambaran mengenai murka Tuhan yang dasyat dan nyata, yang menimpa nenek moyang kita dimasa silam.

Murka Allah yang ditujukan bagi para manusia yang tidak mau patuh dan melalaikan perintah-Nya. Sebagai tambahan untuk mempertebal pondasi ke-imanan kita. insyaA’allah.

Wallohu a’lam bishshawab

@kaefota

SIAPAKAH JIN QARIN ANDA?

Definisi Qarin

Qarin artinya sosok yang selalu menemani dan menyertai. Dalam hal ini adalah Syetan (Jin) yang menyertai manusia dan tidak akan meninggalkannya. (Kamus al-Muhith: 1103).

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Apa itu Qorin?” Beliau menjawab: Qorin adalah syetan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana firman Allah, “Syetan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268). Jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Kitab Majmu’ Fatawa: 17/ 427)

Ragam Qarin

Qarin kita itu ada 2 macam.

Pertama:

Qarin bawaan dari lahir atau setiap manusia yang lahir ke dunia ini pasti telah diberi Allah Qarin.

Hal itu sudah merupakan sunnatullah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dalam hadits shahihnya,

Tidaklah setiap kalian kecuali ia telah disertakan untuknya Qarinnya dari Jin”. (HR. Muslim).

Kedua:

Qarin tambahan atau sosok yang menyertai manusia akibat ulahnya atau hasil daripada perbuatannya.

Karena manusia itu jauh dari petunjuk Allah atau berpaling dari ajarannya, akhirnya syetan-syetan pun menjadi teman dekatnya (qarin).

Hal ini seperti yang disebutkan di dalam al-Qur’an:

Siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (al-Qur’an), kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”. (QS. az-Zukhruf: 36)

Jenis Qarin

Ada beberapa jenis makhluk yang menjadi Qarin manusia. Di antaranya adalah Jin, Malaikat dan Manusia (sesama).

Qarin Jin dan Malaikat adalah Qarin bawaan (ada sejak manusia itu lahir) sebagaimana yang dikabarkan Rasulullah dalam haditsnya yang shahih:

Tidaklah seorangpun dari kalian kecuali ia disertai partner (Qarin) dari Jin dan dari Malaikat”. (HR. Muslim).

Sedangkan Qarin dari jenis manusia didapat oleh manusia saat memulai interaksi sosial dengan sesamanya. Dari pergaulan sosial itulah manusia mendapatkan partner (qarin/ teman dekat).

Teman itu bisa mempengaruhi prilakunya sebagaimana qarin jin dan malaikat mempengaruhinya.

Hal seperti inilah yang dijelaskan di dalam al-Qur’an:

Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman…” (QS. As-Shaffat: 51).

Oleh karena itulah, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam
pernah berpesan (wanti-wanti) kepada kita agar selektif dan berhati-hati saat memilih teman dekat dalam haditsnya,

Sesungguhnya seseorang itu sangat dipengaruhi oleh karakter atau prilaku teman dekatnya, maka hendaklah seseorang selektif dengan siapa ia bergaul/ berteman.” (HR. Tirmidzi).

Eksistensi Qarin Menurut al-Qur’an

Al-Qur’an menceritakan tentang dialog antara manusia dengan qarinnya di akhirat kelak:

Qarinnya berkata: “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang betrada dalam kesesatan yang jauh”.
Allah berfirman: Janganlah kalian bertengkar di hadapanku, sedangkan Aku telah memberikan ancaman kepada kalian. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku tidak akan menzhalimi hamba-hamba-Ku.” (QS. Qaf: 27-29).

Imam Ibnu Abbas, Imam Mujahid dan Imam Qatadah radhiyallahu ‘anhum berkata: “Yang dimaksud Qarin pada ayat tersebut adalah Syetan yang dahulu telah menyertai manusia tersebut di dunia.” (Kitab Tafsir at-Thabari: 22/ 357).

Eksistensi Qarin Menurut as-Sunnah

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah setiap kalian kecuali ia telah disertakan untuknya Qarinnya dari Jin. Mereka bertanya: Dan untuk Anda juga wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: Dan untukku juga. Hanya saja Allah telah menolongku untuk menundukkannya sehingga ia masuk Islam, dan tidaklah ia menyuruhku kecuali yang baik.” (HR. Muslim).

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anh. Rasulullah saw. bersabda,“ Tidaklah seorang dari kalian kecuali ia disertai partner dari Jin dan partner dari Malaikat. Mereka bertanya: Dan Engkau juga wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Ya, tapi Allah telah menolongku atasnya sehingga ia masuk Islam, dan tidak meyuruhku kecuali pada kebaikan.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain diceritakan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Di suatu malam Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. keluar dari rumahku, akupun cemburu. Lalu beliau kembali dan mengetahui apa yang aku rasakan. Beliau bertanya: Ada apa denganmu hai Aisyah? Apakah kamu cemburu? Aku menjawab: Apakah aku tidak boleh cemburu pada sosok sepertimu? Rasulullah bertanya: Apakah syetanmu mempengaruhimu? Aku bertanya: Apakah aku punya syetan? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya: Setiap manusia punya syetan? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya: Begitu juga Anda? Beliau menjawab: Ya, tapi Tuhanku menolongku untuk menghadapinya sehingga ia masuk Islam.” (HR. Ahamad dan Muslim).

Penjelasan dari Imam Nawawi rahimahullah

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Sabda Rasulullah (Fa aslam) bisa dibaca: “fa aslamu atau fa aslama”. Kedua bacaan itu riwayat yang sangat terkenal. Kalau “fa aslamu” artinya: Aku selamat dari kejahatan dan fitnahnya. Sedangkan “fa aslama” artinya: Qarin itu masuk Islam sehingga tidak menyuruhku kecuali pada kebaikan. Ketahuilah bahwa Ummat ini telah sepakat bahwa Rasulullah pribadi yang Ma’shum dari kejahatan syetan, baik jasadnya, perasaannya dan lisannya. Hadits tersebut menunjukkan bahwa kita harus waspada terhadap fitnah dan tipudaya Qarin. Rasul memberitahukannya agar kita bisa menghindari sebisa mungkin.” (Lihat Kitab Syarhu Muslim: 6/ 293).

Tugas Kedua Qarin Manusia

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. bersabda, “Sesungguhnya syetan itu punya bisikan bagi anak Adam, begitu pula malaikat. Adapun bisikan syetan adalah mengajak pada keburukan dan mendustakan yang haq. Sedangkan ajakan malaikat adalah mengajak pada kebaikan dan membenarkan yang haq. Siapa yang merasakan adanya ajakan malaikat berarti itu karunia Allah, hedaklah ia memuji Allah. Tapi siapa yang merasakan bisikan syetan, maka berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syetan terkutuk. Lalu beliau membaca ayat: “Syetan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran.” (HR. Tirmidzi dan ia menghasankannya).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid menjelaskan: “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi Jin Qorin selain menyesatkan, mengganggu dan membisikkan was-was (bisikan syetan). Godaan Jin Qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada diri seseorang.”
(Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459).

Manusia Tidak Bisa Mengislamkan Qarinnya

Kita tidak bisa mengislamkan Qarin kita sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tapi kita bisa melemahkan Qarin (Syetan) kita sehingga ia tidak berdaya dan kita selamat dari ajakan buruknya. Fasilitas islamnya qarin Syetan hanya khusus untuk Rasulullah sebagaimana yang dijelaskan oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Berdasarkan sabda Rasulullah: Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin bisa melemah-kan syetannya, sebagaimana di antara kalian membuat lemah ontanya dalam perjalanan.” (HR. Ahmad dan dihasankan Syekh al-Albani, no. 3586)

Dialog Antara Dua Qarin

Perhatikan dialog antara dua Qarin manusia yang berbeda agama berikut ini, sebagaimana yang diceritakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu: “Ketika syetan orang mukmin bertemu syetan orang kafir, dan ia melihat tubuhnya lemah, kusut dan kurus, iapun bertanya: Kenapa kamu bisa celaka begitu? Syetan orang mukmin menjawab: Aku tak punya apa-apa. Jika ia (mukmin) mau makan, ia menyebut nama Allah. Jika mau minum, ia menyebut nama Allah. Jika mau tidur, ia menyebut nama Allah. Dan saat masuk rumahnya, juga menyebut nama Allah. Syetan orang kafir berkata: Kalau aku, makan dari makanannya, dan minum dari minumannya, dan tidur di kasurnya. Makanya aku gemuk dan kamu kurus.“ (HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Apakah Qarin Mati bersama Manusianya?

Pada hakikatnya semua makhluk akan mati, termasuk jin juga. Yang tidak akan mati hingga datangnya Kiamat kelak hanyalah Iblis (moyangnya Jin), sedangkan jin pada umumnya mati seperti halnya manusia.

Hal ini sebagaimana yang diucapkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam rangkaian do’anya berikut:

Ya Allah, untukmu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku mengadu. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau agar tidak menyesatkanku, Engkau Dzat yang Maha hidup dan tak akan mati, sedangkan jin dan manusia semua mati. ” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Apakah Qarin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? Jawabnya, Tidak. Zahir hadits – Allahu a’lam – menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Kitab Majmu’ Fatawa: 17/ 427)

Karakteristik Jin Qarin

Ada lima karakteristik Jin Qarin manusia yang membedakannya dengan jin lain pada umumnya: 1. Jin Qarin tidak bisa menyakiti tubuh manusia atau membuat kesurupan.
2. Jin Qarin tidak dapat diusir atau dibunuh dengan bacaan Ruqyah atau lainnya
3. Bisikan Qarin dapat dinetralisir atau diperlemah dengan dzikir dan do’a, tapi tidak dapat dihilangkan 100%.
4. Seluruh Qarin membisikkan kejahatan kecuali Qorin Rasulullah shalallahu alaihi wassalam
5. Bisikan Qarin sangat samar dan tidak dapat diajak dialog atau komunikasi.

Penutup

Syetan-syetan akan berlepas diri –termasuk jin qarin- dari manusia di hari kiamat nanti.

Mereka tidak mau disalahkan atau dijadikan kambing hitam, apalagi bertanggung jawab atas dosa-dosa manusia yang telah berhasil mereka jerumuskan waktu di dunia.

Sehingga kita harus waspada terhadap tipudaya dan bujuk rayunya, agar kita tidak menyesal di akhirat kelak. Karena penyesalan tersebut sudah sangat terlambat, alias tiada guna.

Allah mengingatkan hal itu kepada kita melalui firman-Nya:

Dan berkatalah syetan tatkala perkara (hisab) telah dilakukan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku juga telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22) .

Wallahu a’lam bishshawab

KETEGUHAN ASIYAH ISTRI FIR’AUN RAJA MESIR

Asiyah binti Muzahim, istri raja Fir’aun yang dijadikan simbol sebagai seorang istri penyabar adalah sosok wanita yang patut diteladani, dengan segala keteguhan dan kesabarannya, meski telah mendapat perlakuan buruk dari sang suami.

Semula Asiyah adalah satu-satunya wanita yang sangat dicintai oleh raja Fir’aun. Meski Fir’aun dikenal sebagai raja kejam yang tak segan-segan melakukan pembunuhan terhadap siapa saja yang menentangnya, namun terhadap wanita ini, Fir’aun sepertinya masih ada perasaan “bertekuk lutut”nya.

Kepada wanita ini Fir’aun rela mempersembahkan apa saja sebagai bukti rasa cintanya, termasuk salah satunya mengangkat Musa sebagai anak angkat atas permintaan Asiyah, yang sebenarnya kelak akan menjadi musuhnya sendiri.

Disebutkan bahwa Asiyah memang seorang wanita yang begitu cantik. Kecantikan wajah yang dimiliki juga diimbangi dengan keluhuran budi yang mulia. Maka tak heran jika Fir’aun mau memberikan segalanya kepada istrinya itu. Bahkan konon Fir’aun membangun sebuah istana kecil di pinggir sungal Nil yang khusus dipersembahkan kepada Asiyah, istri tercintanya.

Di awal-awal kehidupan berumah tangga tentu Asiyah masih bisa merasakan kebahagiaan sebagai istri seorang raja. Namun kebahagian itu tidak bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama. Sejak Fir’aun mengaku diri sebagai Tuhan, sekaligus memaksa kepada semua rakyatnya untuk menyembahnya, sejak itu pula tekanan batin mulai dirasakan Asiyah.

Paksaan Fir’aun supaya disembah dan diakui sebagai Tuhan tidak hanya berlaku bagi semua rakyat, namun juga terhadap Asiyah, istri Fir’aun sendiri. Dalam posisi seperti itu Asiyah tidak bisa berbuat banyak kecuali harus menuruti apa yang dipaksakan suami, meski dalam hati ia berontak.

Asiyah adalah contoh wanita yang begitu sabar menghadapi keburukan sikap dari sang suami. Meski suami terus memperlakukan buruk, namun tetap saja ia berusaha untuk sabar dan tabah menghadapi cobaan derita tersebut. Begitu sabar dan tabahnya sikap Asiyah, sampai-sampai ia mau berkorban nyawa menghadapi perlakuan suaminya itu.

Dikisahkan bahwa Asiyah sebenarnya mulai meyakini ajaran agama yang dibawa oleh Musa, anak angkatnya. Sejak Musa bersama Harun berusaha untuk meyadarkan Fir’aun, diam-diam Asiyah mulai sadar bahwa Tuhan yang sesungguhnya bukanlah suaminya, melainkan Dzat yang menciptakan bumi berserta isinya.

Puncak dari ketabahan Asiyah saat ia harus menerima siksaan dari Fir’aun, ketika Fir’aun menerima kekalahaan atas Musa pada saat pertarungan adu kekuatan antara ahli sihir Fir’aun dengan kekuatan mu’jizat yang diberikan Allah kepada Musa.

Ternyata Asiyah yang telah menyaksikan jalannya pertarungan sihir tersebut mendapat hidayah dari Allah atas peritiwa itu dan langsung beriman kepada Tuhannya Musa. Bertahun-tahun lamanya ia memendam ketidakpercayaan terhadap suaminya yang mengakui sebagai Tuhan, kini wanita tersebut menjadi sadar bahwa ada Tuhan yang sesungguhnya.

Peristiwa yang baru disaksikan adalah sebuah bukti dari kekuasaan Allah yang mampu membuka mata batinnya untuk menerima keimanan sebagai pegangan hidup. Seketika itu Asiyah menyatakan diri sebagai muslim, bahkan dia juga berani berterus terang kepada Fir’aun.

Firaun pun murka dan menjatuhkan hukuman kepadanya. Para algojo diperintahkan Firaun untuk segera melakukan penyiksaan kepada Asiyah, yang olehnya dianggap murtad itu. Tubuh Asiyah ditelantangkan di atas tanah di bawah terik sinar matahari. Kedua tangannya diikat kuat ke tiang-tiang yang dipatok ke tanah agar ia tak dapat bergerak-gerak. Wajahnya yang telanjang dihadapkan langsung ke arah sinar matahari.

“Asiyah pastilah tidak akan tahan akan sengatan panas matahari, dan akhirnya ia akan mengubah keimanannya kepadaku,” demikian pikir Firaun.

Tetapi ternyata Tuhan tidak membiarkan hambanya menderita akibat kekafiran Firaun. Setiap kali para algojo meninggalkan Asiyah dalam hukumannya, segera malaikat menutup sinar matahari itu, sehingga langit menjadi teduh dan Asiyah tak merasakan sengatan matahari yang ganas itu. Asiyah tetap segar-bugar meskipun sudah dihukum berat.

Kemarahan Fir’aun terhadap Asiyah semakin memuncak manakala Asiyah tetap pada pendiriannya dan lebih memilih mempercayai aqidah yang dibawa Musa dan Harun, kemudian Fir’aun mengutus seseorang untuk datang kepada istrinya itu.

Kepada utusan tersebut Fir’aun berkata, “Bawalah sebuah batu yang besar. Jika Asiyah tetap beriman pada Tuhan Musa dan Harun, pukulkan batu besar itu kepadanya. Namun jika ia mengubah pendiriannya maka tetaplah ia menjadi istriku”.
Maka pada saat utusan tersebut sampai kepada Asiyah, istri Fir’aun ini sedang mendongakkan kepalanya ke langit. Untuk selanjutnya ia berdo’a kepada Allah.

Al qur’an mengabadikan do’a Asiyah tersebut dalam sebuah ayat Al-Qur’an Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kedua kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu, maka para Malaikat menaunginya. Saat itulah ia berdoa pada Allah,
ﺭَﺏِّ ﺍﺑْﻦِ ﻟِﻲ ﻋِﻨﺪَﻙَ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻧَﺠِّﻨِﻲ ﻣِﻦ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﻭَﻋَﻤَﻠِﻪِ ﻭَﻧَﺠِّﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ
“Ya Rabbku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim“. (At-Tahrim: 11). Kemudian diperlihatkan untuknya tempat tinggalnya di dalam Surga.” [1]

Utusan Fir’aun itu mendekat dan menanyakan perihal keimanan yang dipegang teguh Asiyah. Wanita ini dengan tegarnya menjawab bahwa dia tetap dalam pendiriannya, mengakui bahwa ajaran yang dibawa Musa dan Harun adalah ajaran yang benar. Asiyah menyatakan dengan tegas bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Sesuai dengan perintah Fir’aun , utusan itupun langsung mengangkat batu besar yang akan dipukulkan ke kepala Asiyah. Namun sebelum batu tersebut mengenai kepalanya, terlebih dahulu Allah telah memerintahkan kepada malaikat Izrail untuk mencabut nyawa wanita mulia ini.

Dengan demikian Asiyah selamat dari siksaan pukulan batu yang akan dibenturkan oleh utusan Fir’aun. Baru setelah tubuh Asiyah ambruk tak bernyawa lagi, utusan itu langsung membenturkan batu besar ke kepala Asiyah hingga kepalanya berlumuran darah.
Subhanallah!

Begitu tegar hati Asiyah dalam mempertahankan keimannya. Sungguhlah pantas jika Allah mengabadikan kisah kesabaran dan ketabahan Asiyah didalam Al Qur’an. Bahkan sangat tak berlebihan jika Nabi sendiri menyerukan kepada umat perempuannya untuk banyak belajar kepada wanita yang satu ini.

Nabi menyatakan dengan tegas bahwa siapapun yang bisa menjalani hidup sabar atas penderitaanya dalam rumah tangga, maka ia akan diberi pahala surga, sebagaimana Asiyah.

Hikmah yang dapat dipetik
1. Pengaruh iman yang benar tatkala menghadapi cobaan dan siksaan yang setiap saat menghadang seorang mukmin dalam kehidupannya.

2. Orang kafir selamanya memendam rasa iri pada orang-orang beriman.

3. Pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa diberikan kepada orang-orang mukmin.

4. Sebagian dari hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih memilih kenikmatan di akhirat daripada di dunia.

5. Maha santun dan lemah lembutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Penetapan karamah untuk para wali Allah Subhanahu wa Ta’ala yang shalih.

Waallohu a’lam bishshswab

@kaefota

[1] HR. Abu Ya’la, 4/1521; as-Suyuthi dalam ad-Durrul Mantsur, 6/245; al-Hafizh mengatakan dalam al-Mathalib al-Aliyah, 3/390 bahwa hadits ini shahih mauquf.

%d blogger menyukai ini: