Ini Bukti Rasulullah pun Wafat Diracun oleh Yahudi

Kematian Tragis Para Pemimpin Adil

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri yang menyampaikan kepada Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab sakitnya,

“Wahai Aisyah, aku masih merasakan sakitnya makanan yang aku makan di Khaibar. Dan sekarang aku rasakan putusnya urat nadiku karena racun tersebut.” (ar-Rahiq al-Makhtum, h. 465, MS)

Racun yang dimaksud Rasulullah adalah racun pada daging kambing yang dibubuhkan oleh Zainab binti al-Harits, istri salah seorang tokoh Yahudi Sallam bin Misykam.

“Kalau kamu Nabi, maka kamu pasti tidak akan terkena racun itu, tetapi kalau kamu raja maka saya telah membuat istirahat masyarakat (dengan kematianmu),” begitu jawaban wanita yahudi itu ketika ditanya Nabi mengapa ia meracuni Nabi. (Sulwah al-Katsib, Ibn Nashiruddin ad-Dimasyqi, h. 11, MS)

Peristiwa tersebut terjadi di Khaibar setelah muslimin berhasil menaklukkan kota terakhir Yahudi di Jazirah Arab tersebut tahun 7 H.

Abu Bakar dalam sebuah riwayat meninggal karena diracun oleh yahudi. Umar bin Khattab meninggal karena ditusuk oleh Majusi. Utsman bin Affan meninggal dibantai oleh orang kafir dan muslim fasik. Ali bin Abi Thalib meninggal dengan pedang tokoh kelompok sesat khawarij. Umar bin Abdul Aziz meninggal diracun oleh para pejabat lama yang marah. Dan, Rasulullah meninggal karena sakit yang disebabkan oleh racun yahudi

Pesan sejarah sangat kuat bagi para pemimpin yang adil. Memang kematian tidak boleh diharapkan, ia akan datang pada saatnya tiba. Kematian adalah rahasia Allah. Tetapi para pemimpin adil dalam sejarah Islam, mati dengan semua cara tragis di atas. Bahkan pimpinan mereka semua, Rasulullah sang pemimpin agung pun mati dengan cara yang juga mirip.

Pantas! Jika pemimpin adil dijanjikan Allah perlindungan di akhirat dan surga. Karena pemimpin adil artinya berhadapan dengan semua bentuk kezaliman dan kejahatan yang bisa jadi telah dilakukan secara kolektif bahkan sistemik. Tentu nyawa bisa dipertaruhkan untuk mendobrak kezaliman yang sedemikian besarnya.

Bagi para pemimpin yang mau menegakkan keadilan, tidak usah memilih cara matinya. Tetapi persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi kematian mulia itu. Walau terlihat tragis.

Sedang dicari, pemimpin yang berani mati dalam menegakkan keadilan!

Wallohu a’lam bishshawab

@kaefota