Ia meminta petunjuk untuk menghapus dosa yang telah dilakukannya.

 

Salah satu dosa yang sering dilakukan oleh setiap muslim adalah berdekatan dengan lawan jenis, bahkan hingga menciumnya. Terdapat sebuah kisah, di mana ada seorang lelaki yang mendatangi Nabi setelah mencium wanita yang tidak halal.

Kisah ini berasal dari hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. Bagaimana kisahnya?

lelaki-ini-datangi-nabi-setelah-mencium-wanita-yang-tidak-halal

Memandang lawan jenis yang bukan muhrimnya merupakan salah satu dosa yang harus dihindari apalagi jika sampai menciumnya dan hukum bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya adalah haram. Hal ini ternyata telah terjadi pada masa Rasulullah yaitu seorang laki-laki yang mencium wanita yang bukan muhrimnya.

Cerita ini dapat menjadi pelajaran bagi setiap muslim untuk selalu berhati-hati dan menundukkan pandangan dari lawan jenis yang bukan muhrimnya.

Kisah ini berawal dari seorang laki-laki yang medatangi Rasulullah dan dia mengaku telah melakukan dosa yaitu mencium wanita yang tidak halal baginya. Laki-laki ini meminta petunjuk serta meminta nasehat dari Rasulullah untuk menghapus dosa yang telah dilakukannya.

Dia benar-benar menyesal dan ingin menebus kesalahan yang telah dilakukannya. Laki-laki ini juga bertanya kepada Rasulullah bahwa hukuman apa yang pantas untuk dirinya karena telah berani mencium wanita yang tidak halal baginya.

Rasulullah tidak langsung menjawab semua pertanyaan laki-laki tersebut dan beliau menunggu turunnya wahyu dari Allah SWT sebagai jawaban atas pertanyaan laki-laki yang telah berdosa tersebut.

Akhirnya turunlah firman Allah SWT yaitu surat Hud ayat 114 yang menerangkan bahwa perbuatan-perbuatan baik dapat menghapuskan dosa dari perbuatan buruk. Hal ini berlaku untuk semua hamba Allah SWT di seluruh dunia.

Rasulullah menjelaskan bahwa shalat lima waktu merupakan amalan yang dapat menghapuskan dosa yang telah dilakukan seorang manusia. Sholat dapat diibaratkan sebagai sebuah sungai jernih yang mengalir.

Jika seseorang menunaikan sholat lima waktu dapat diibaratkan mandi lima kali dalam sehari dengan air yang jernih dan mengalir jadi tidak akan ada kotoran yang menempel pada tubuhnya atau semua dosa yang telah dilakukannya akan hilang dengan sholat lima waktu.

Dalam hadits Nabi yang lainnya juga telah dijelaskan bahwa sholat lima waktu dan shalat jum’at dapat menghilangkan dosa-dosa kecil yang mereka lakukan dalam sehari-hari selama tidak melakukan dosa besar.

Berdasarkan hal ini maka Rasulullah memberikan nasehat dan solusi kepada laki-laki yang mendatanginya itu karena telah mencium wanita yang tidak halal baginya untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT dan menjalankan sholat lima waktu secara rutin untuk menghilangkan dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Sholat tidak hanya dapat menghilangkan dosa-dosa kecil saja tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sholat merupakan salah satu bukti keimanan, kesungguhan hati dan janji seorang hamba kepada Tuhannya.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut diatas adalah semua dosa dapat dihilangkan jika seorang hamba benar-benar bertaubat dan menyesali akan semua perbuatannya dengan menjalankan sholat lima waktu secara sungguh-sungguh selama dirinya tidak pernah melakukan dosa besar, selain itu juga memperbanyak amal sholeh juga dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang telah dilakukan oleh seorang hamba.

Wallahu ‘alam bisshawab