Gua Cibongas terletak di Desa Cigintung Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gua Cibongas ini merupakan tempat persembunyian warga setempat pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Juga pernah dijadikan markas gerombolan DI/ TII.

Sejak jaman penjajahan sampai sekarang, keberadaan dan kondisi Gua Cibongas masih terawat dengan baik karena goa yang menyimpan sejarah perjuangan ini belum dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Garut untuk destinasi wisata caving yang bernilai sejarah di Garut. Meskipun perhatian pemerintah masih kurang, namun warga setempat memeliharanya secara turun temurun sejak nenek moyangnya sampai saat ini.

Beberapa waktu lalu, acara televisi Gadis Petualang Global TV ditemani oleh Unit SAR Kwarcab Garut dan anggota komunitas pecinta alam Jamparing Banjarwangi Garut serta pegawai UPTD Pendidikan Kecamatan Banjarwangi, pernah menelusuri Gua Cibongas ini. Pecinta Alam Gerhana, FISIP Universitas Garut (UNIGA) juga sering mengirimkan Divisi Caving nya untuk menelusuri Gua Cibongas ini.

Gua Cibongas Sinajaya memiliki dua jalur masuk yang sering digunakan oleh pecinta alam atau mahasiswa yang bermaksud melakukan penelitian dan caving (penelusuran gua). Pada jalur pertama, mulut Gua Cibongas berdiameter 1,5 meter.

Di dalamnya terdapat ruangan seluas kurang lebih 10 meter persegi. Ruangan ini cukup terang karena cahaya bisa masuk dari atap gua dengan lubang sebesar 0,5 meter. Sedangkan ruangan lain di mulut gua yang pertama ini, dapat kita temui setelah melewati lubang dengan lebar cukup sempit yakni hanya 0,25 m dan panjang 0,75 m.

120915 gua-cobongas-singajaya-garut

Foto : Maman Suryaman Jamparing

 

Jalur kedua memasuki Gua Cibongas memiliki kemiringan sekitar 60 derajat serta harus menggunakan tali. Jalur kedua ini juga sebenarnya bisa dilewati melalui jalur pertama namun lebih sulit. Kita harus menggunakan bantuan tali untuk memasuki gua, di bagian bawah gua terdapat saluran air yang sewaktu-waktu bisa meluap, jadi memasuki Gua Cibongas dengan jalur ini harus lebih hati-hati dan membutuhkan keahlian khusus.

Keindahan yang terdapat di dalam Gua Cibongas di antaranya berupa satagmit dan stalagtit serta lekukan batu yang terbentuk secara alami selama ratusan tahun, sehingga gua tersembunyi di Garut selatan ini memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri untuk ditelusuri.

Saat cahaya lampu kepala (headlamp) menerobos masuk gua, air yang mengalir di stalagmit dan stalagtit memantulkan cahaya yang bekilauan. Di dalam Gua Cibongas ini memiliki beberapa ruangan besar, namun menelusurinya cukup sulit karena harus melewati lorong sempit sebesar 0,50 x 0,80 meter sepanjang 10 meter.

Akses menuju Gua Cibongas Singajaya

Untuk bisa sampai di Gua Cibongas cukup mudah dan jalannya pun lumayan bagus karena baru-baru ini pemda Garut telah membangun jalan raya Cigugur – Banjarwangi – Singajaya.

Pengunjung yang ingin menelusuri Gua Cibongas bisa menggunakan angkutan umum (elf) jurusan Leuwi Panjang – Singajaya, Cicaheum – Singajaya atau Garut – Singajaya. Berhenti di terminal Singajaya, kemudian naik ojek ke Desa Cigintung dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Setelah puas menelusuri Gua Cibongas Singajaya, anda bisa menuju ke daerah Pameungpeuk  menggunakan jalur pintas Amlong – Cihurip – Pameungpeuk untuk berwisata ke Pantai Santolo Pameungpeuk, tempat wisata populer di Garut Selatan.

Namun jalur ini hanya bisa dilewati kendaraan pribadi, jika menggunakan kendaraan umum bisa kembali ke arah Cigugur.

Tidak jauh dari pertigaan Cigugur ke arah Pameungpeuk, terdapat tebing alam Batu Tumpang. Silakan simak menguji nyali di tebing alam batu tumpang Cikajang yang menantang. Jika ingin melanjutkan perjalanan ke Pameungpeuk, tinggal menunggu elf jurusan Garut – Pameungpeuk.