Hukum Mati dalam Islam

112215 Hukuman Mati, Antara Qishash dan Hudud

 

Telah kita ketahui bersama bahwa qishash merupakan hukuman yang setimpal, yang diberikan kepada pelaku kejahatan. Hukuman dari qishash ini sudah sangat jelas. Tapi, kebanyakan orang terkadang terkecoh antara qishash dan hudud.

Lalu apa itu hudud?

Hudud adalah bentuk jama’ dari kata had yang asal artinya sesuatu yang membatasi di antara dua benda. Menurut bahasa, kata had berarti al-man’u (cegahan) [Fiqhus Sunnah II: 302].

Adapun menurut syar’i, hudud adalah hukuman-hukuman kejahatan yang telah ditetapkan oleh syara’ untuk mencegah dari terjerumusnya seseorang kepada kejahatan yang sama [Manarus Sabil II: 360].

Hukum had ini merupakan hukuman yang maksimal bagi suatu pelanggaran tertentu bagi setiap hukum.

Bagaimana hubungan qishash dengan hudud?

Hubungan antara qishash dan hudud adalah bahwa keduanya sama-sama merupakan bentuk hukuman atas perbuatan jinayah, yang berarti semua perbuatan terlarang dan terkait dengan dharar (sesuatu yang membahayakan) baik kepada diri sendiri atau orang lain.

Namun perbedaan antara keduanya jelas, yaitu bahwa qishash merupakan hukuman atas dilanggarnya hak manusia atau hak orang lain, sedangkan hudud secara umum adalah hukuman atas dilanggarnya hak Allah SWT.

Contoh qishash adalah dipotongnya tangan pelaku kejahatan akibat dia telah memotong tangan orang lain. Sedangkan contoh hudud adalah dipotongnya tangan seorang pencuri yang memenuhi syarat pencurian.

Dalam qishash dan hudud, sama-sama memberikan efek jera kepada pelakunya. Salah satu hukuman yang diberikan adalah hukuman mati.

Jika kita melihat hukuman mati yang kini dilakukan di Indonesia kepada pengedar narkoba, maka itu dapat dikatakan qishash juga hudud, tapi lebih condong pada perbuatan hudud.

Mengapa? Karena pengedar narkoba cenderung melanggar hukum Allah. Ia telah melakukan hal yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah.

Bahkan, parahnya, ia juga mengajak orang lain untuk sama-sama melakukan perbuatan dosa.

Jadi, bukan hanya dirinya yang mengalami dampak buruk dari narkoba, melainkan orang lain yang diajaknya pun ikut merasakannya.

Maka, sudah selayaknya pelaku pengedar narkoba itu dihukum mati. Dengan begitu, setiap orang akan tersadar bahwasanya melakukan tindak kejahatan pada dirinya maupun orang lain, tidaklah memberikan efek yang baik.

Sebelum adanya hukum Allah yang begitu kekal di akhirat kelak, maka ia akan merasakan bagaimana hukum Allah yang sesungguhnya di dunia ini karena telah melanggar ketentuan dari Allah.

Waallahu ‘alam bisshawab.