Hikmah & Renungan

102715 Semasa Hidup, Mereka Ini Tak Pernah Diuji

Setiap insan di dunia ini tentu akan mengalami berbagai macam ujian dalam hidup. Semua mengalami bagaimana rasanya bahagia dan susahnya menjalankan kehidupan. Namun, di balik itu semua terkandung manfaat yang luar biasa.

Di mana diri kita dilatih untuk bersikap tegar dan tabah juga sabar dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Lalu, adakah manusia yang tidak pernah diuji?

Jika kita melihat dari segi ujian melalui keterpurukan, Firaun tidak merasakan hal ini. Semasa hidupnya ia tidak pernah merasakan sakit. Ia selalu berada dalam keadaan sehat dan umur yang panjang senantiasa menyertainya.

Dimana masa hidupnya di muka bumi cukup lama, sedangkan hal-hal yang berada di sekelilingnya, baik itu harta maupun istri yang cantik juga menambah kebahagiaannya.

Hanya satu kali ia merasakan penderitaan, yakni ketika Nabi Musa AS terlahir. Hingga menginjak dewasa, Nabi Musa menentang keangkuhan Firaun yang mengkau sebagai Tuhan itu.

Singkat cerita, masa hidupnya di akhiri dengan penderitaan hingga yaumil akhir. Naudzubillah.

Anda juga tentu mengenal Qarun bukan? Ia adalah anak kunci gudang yang memiliki harta yang tiada tara. Bahkan, hartanya dapat dibawa oleh 40 ekor unta.

Namun, sebab keangkuhan serta kesombongannya membuat akhir hidupnya menjadi terpuruk, yakni tenggelam bersama harta bendanya ke dalam bumi.

Naudzubillah.

Satu lagi sosok orang yang mendapat kebahagiaan berlebih di dunia ini ialah Namrud. Orang yang membakar Nabi Ibrahim AS ini, memiliki kekayaan yang banyak dan jabatan tertinggi. Ia mengakhiri hidupnya hanya karena kemasukan binatang kecil, yakni lalat.

Mereka adalah contoh orang-orang yang diberi kenikmatan berlebih di dunia ini oleh Allah SWT. Semasa hidupnya, mereka dikelilingi oleh harta benda juga jabatan yang tinggi.

Meski demikian, mereka mengakhiri hidupnya dengan mengenaskan. Azab langsung ditimpakan kepada mereka.

Maka, dapat kita simpulkan bahwa orang-orang yang tak pernah diuji adalah mereka orang-orang tak mengaku beriman kepada Allah SWT.

Mereka senantiasa menyombongkan diri di hadapan makhluk juga Sang Khalik. Bangga dengan apa yang mereka miliki, hingga akhirnya sakit yang tiada akhir yang mereka dapatkan.

Naudzubillah.

Wallohu ‘alam bisshawab