102015 Madakaripura, tempat Gajah Mada habiskan masa kecil hingga remaja

Madakaripura, air terjun eksotis yang berada di Desa Sapih, Kabupaten Probolinggo ini memang dikenal sebagai tempat pertapaan Gajah Mada.

Selain itu, Madakaripura juga dikenal sebagai tempat dibesarkannya Gajah Mada dari kecil hingga masa remaja.

Hal ini diutarakan juru kunci Madakaripura, Suhardi yang menyebut jika Madakaripura tak hanya jadi pertapaan Gajah Mada namun juga jadi tempatnya menghabiskan masa kecil hingga remaja.

“Sejak umur 7 tahun Gajah Mada sudah dibawa ke sini (Madakaripura) sama sang guru dan diangkat jadi anak dan murid.” ungkap Suhardi.

Selain itu, dirinya juga menyebutkan jika selama berada di kawasan Madakaripura, Gajah Mada kecil ditempa berbagai ilmu yang membuatnya bisa menjadi Patih Mangkubumi handal di Kerajaan Majapahit.

“Selama 10 tahun di sini Gajah Mada dijejali dengan ilmu politik dan kanuragan.” tambahnya.

Dalam lontar Badad Gajah Maddha juga diceritakan, orangtua Gajah Mada, Ayahnya bernama Mpu Curadharmayogi dan ibunya bernama Patni Nuriratih yang menjadi pendeta harus lari hingga ke daerah dekat Gunung Semeru kala Patni mengandung Gajah Mada.

Hal ini karena dalam aturan yang berlaku untuk pendeta, keduanya dilarang untuk melakukan hubungan suami istri meski sudah berstatus nikah.

Namun, perbuatan Hyang Brahma (Dewa Api) yang tergoda untuk bersetubuh dengan Patni, membuat Hyang Brahma berubah wujud menyerupai Curadharmayogi dan mendatangi Patni, di saat suaminya yang asli sedang pergi mencari air minum.

Kehamilan Patni seolah tamparan bagi Patni dan Curadharmayogi. Bagaimana tidak, keduanya sudah berjanji untuk meninggalkan kenikmatan dunia demi agama. Karena didorong rasa malu itulah keduanya memutuskan kabur ke hutan.

Pelarian mereka berakhir di dekat Gunung Semeru. Dari sana keduanya menuju ke arah Barat Daya, lalu sampai di Desa Maddha. Si jabang bayi akhirnya dilahirkan di sebuah balai agung di desa Maddha pada tahun 1299.

Gajah Mada pun disebut menghabiskan waktu kecil hingga remajanya di desa Mada dengan menjadikan Madakaripura sebagai salah satu tempat yang sering dikunjunginya.

Suhardi menyebutkan jika Gajah Mada bertahan di kawasan Madakaripura hingga berusia 17 tahun. Setelah itu barulah Gajah Mada pindah ke Maja Pahit.