5 Tempat yang merekam jejak Mahapatih Gajah Mada

Mahapatih Gajah Mada merupakan salah satu tokoh terbesar dalam sejarah nusantara. Namanya bahkan lebih populer dibandingkan raja-raja Majapahit yang menjadi junjungannya seperti Hayam Wuruk dan Tribhuwana Tunggadewi.

Di berbagai daerah terdapat banyak tempat yang diyakini memiliki kaitan dengan tokoh pengikrar sumpah Palapa tersebut. Berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Puri Ageng Blahbatuh – Bali

puri-ageng-blahbatuh-bali-rev4Puri Ageng Blahbatuh yang berlokasi di Gianyar, Bali merupakan tempat penemuan topeng-topeng kuno yang diperkirakan berkaitan dengan riwayat Gajah Mada.

Gajah Mada memang melakukan invasi ke Bali sekitar tahun 1343 Masehi. Dalam salah satu prasasti diceritakan pula anak angkat Gajah Mada yang kemudian menikah dengan salah satu putri Bali.

  1. Air Terjun Madakaripura – Probolinggo

air-terjun-madakaripura-probolinggo-rev4Madakaripura merupakan air terjun tertinggi di Jawa Timur sekaligus tempat yang diyakini sebagai pertapaan terakhir Gajah Mada. Konon Gajah Mada mencapai moksah di salah satu ceruk air terjun ini.

Tertulis dalam sejarah, tanah Madakaripura memang dianugerahkan Raja Hayam Wuruk atas jasa-jasa sang mahapatih. Namun teori yang dikemukakan oleh juru kunci Madakaripura menyebutkan kalau Gajah Mada juga menghabiskan masa kecil hingga remaja di wilayah tersebut.

  1. Prasasti Gajah Mada – Malang

prasasti-gajah-mada-malang-rev4

Di Malang terdapat sebuah batu bernilai sejarah tinggi yang dikenal sebagai Prasasti Singhasari atau lebih populer sebagai Prasasti Gajah Mada.

Prasasti ini berisi teks penghormatan terhadap mendiang Raja Kertanegara dari Singhasari oleh Mahapatih Gajah Mada. Mengenai prasasti ini, masyarakat setempat meyakini kalau Gajah Mada sebenarnya adalah cucu Kertanegara dari Raden Wijaya.

  1. Setinggil – Lamongan

setinggil-lamongan-rev4

Satu lagi tempat yang diyakini menyimpan jejak Gajah Mada. Letaknya di Dusun Bendo, Kecamatan Modo, Lamongan. Desa ini memang dipercaya sebagai tempat Gajah Mada menghabiskan masa kecil dengan nama Joko Modo.

Konon Setinggil yang berupa gundukan tanah dengan tumpukan batu-batu itu merupakan tempat Gajah Mada menggembalakan kerbau setiap hari. Dari sana pula dia sering mengintip barisan punggawa Majapahit yang membuatnya bercita-cita sebagai prajurit.

  1. Makam Dewi Andong Sari – Lamongan

makam-dewi-andong-sari-lamongan-rev4

Di Lamongan juga terdapat situs yang diyakini berkaitan dengan Gajah Mada, yaitu makam Dewi Andong Sari. Makam tunggal di puncak bukit Gunung Ratu, Kecamatan Ngimbang ini dipercaya penduduk setempat sebagai pusara ibu kandung Gajah Mada.

Menurut cerita yang beredar, Dewi Andong Sari merupakan salah satu selir Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Sang selir dan putranya, Gajah Mada dibuang dari istana untuk mencegah perebutan kekuasaan dengan pewaris tahta Majapahit. Namun cerita ini baru spekulasi belaka, masih perlu dibuktikan kebenarannya.