Puasa Asyura 1436 H

Puasa Asyura di bulan Muharram ini dilakukan pada hari kesepuluh dari dan akan lebih baik lagi jika ditambahkan dengan hari yang kesembilan.

Berikut adalah beberapa keutamaan puasa Asyura, setidaknya untuk menambah semangat melakukan puasa tersebut diatas agar mendapat ridha-Nya.

1. Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Muharram biasa disebut ‘syahrullah’, yaitu bulan Allah, hal ini menunjukkan akan kemuliaan dari bulan tersebut. Ath Thibiy mengatakan bahwa yang dimaksud dengan puasa di syahrullah yaitu puasa Asyura.

Sedangkan Al Qori mengatakan bahwa hadits tersebut di atas, yang dimaksudkan adalah seluruh bulan Muharram. [Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 2: 532].

Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling afdhol untuk berpuasa. [Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 50].

Dengan demikian, Hadits tersebut di atas menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram secara umum, termasuk di dalamnya adalah puasa Asyura.

2. Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura?
Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Menurut Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa adalah dosa kecil sebagaimana beliau menerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Seandainya tidak, maka amalan tersebut dapat meninggikan derajat seseorang. [Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46].

Sedangkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat, secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura. [Lihat Majmu’ Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 487-501].

3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.”

Kemudian beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.”

Ibnu Abbas mengatakan,

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

Mengapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa?

Menurut Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudi yang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits tersebut di atas. [Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 14].

Sebagai catatan, tahun ini 1436 H, tanggal 9 dan 10 Muharram akan jatuh pada hari Ahad dan Senin (02 dan 03 November 2014).

Semoga kita bisa menjalaninya dengan baik dan mendapatkan ridha-Nya.

Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.

Barokalloh