kf.wp 100514 FATWA IMAM SYAFI'I TENTANG IMAN

Sesungguhnya ALLAH JALLA WA’ALA mewajibkan iman kepada seluruh anggota tubuh manusia, lalu DIA membagikannya secara merata keseluruh bagian badan, tidak satu pun anggota tubuh manusia kecuali telah di wajibkan keimanan padanya yang tidak diwajibkn kepada anggota tubuh lainya.

Diantaranya “hati” yang dengannya manusia memahami, hati adalah penguasa seluruh anggota badan. Anggota badan lain tidak bisa bertindak tanpa pendapatnya. ALLAH SWT mewajibkan keimanan pada hati apa yang tidak di wajibkan kepada mulut, kemudian mewajibkan bagi telinga apa yang tidak di wajibkan pada mata dan seterusnya.

Adapun keimanan yang di wajibkn pada hati adalah pengakuan, pengetahuan, perjanjian, penyerahan diri dan penerimaan secara mutlak bahwa, ” TIADA ILAH YANG WAJIB DI IBADAHI SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD SAW ADALAH HAMBA DAN UTUSAN~NYA, MENGAKUI SELURUH NABI DAN KITAB-KITAB ~NYA”.

Itulah keimanan yang wajib bagi hati. Allah berfirman :

Dan jika kalian menyatakan apa yang ada dalam hati kalian atau menyembunyikannya, pastilah Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan kalian itu,” (QS Al Baqarah [2] :284).

Kemudian ALLAH SWT mewajibkan keimanan bagi mulut, yaitu mengucapkan dan mengagungkan apa yang telah di imani oleh hati tesebut diatas.

Allah SWT berfirman :

Katakanlah (hai orang-orang beriman) kami beriman pada ALLAH.” (QS AL Baqarah [2] :136).
Itulah pekerjaan yang Allah SWT wajibkan untuk mulut, mengatakan dan mengungkapkan keyakinan yang ada di hati.

(~ manakib imam syafi’i karya imam baihaqy 1/388-389 ~)

Wallohualambissawab