kf.wp 100414 CARA ALLAH MEMBERIKAN REZEKI

Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy (Pesta Pernikahan) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya, para sahabat hadir dan pada saat mereka menyaksikan tentang rupa hidangan makanan yang dijamukan oleh Rasulullah saw, mereka menjadi tidak tahan untuk tidak dapat memperbincangkannya.
” Darimana Rasulullah saw akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?. ”

Rasulullah SAW berdiam diri saja, beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabatnya saat itu dan seusai menunaikan sholat, Rasulullah saw menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir pada saat itu.
” Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?. ”

Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya :
” Suatu ketika Nabi Sulaiman as melakukan sholat ditepi pantai, usai sholat beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.

Ada apakah di dasar laut ?
Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman as bahwa di sana ada berdiam seekor ulat yang terbelenggu di dasar laut, sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
” Sehari 2 (dua) kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu. ”
Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman as.
” Siapakah malaikat itu, hai semut ? ” tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik.
” Dia adalah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut. ” Kemudian setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, ” Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut. ”

Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
” Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rejeki dan rahmatnya ? ”

Subhanalloh ! Allah Maha Besar

kf.wp 100414 CARA ALLAH MEMBERIKAN REZEKI2

Marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga, tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati, dengan segala keterbatasannya cacing tidak pernah putus asa dan patah arang untuk menjemput rizki. Bukankah tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu atau terjun dari suatu gedung berlantai.

Adalah sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang dan makanan yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang ataupun Cibadak Mall sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah adalah identik sama fungsinya. Dengan demikian ternyata gaya hiduplah yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad saw maka Insya Allah hidup kita akan ringan, mudah, nikmat dan penuh berkah Allah SWT.

“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka ” (QS Al-Baqoroh [2] : 120).

Karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis bahkan sampai berhutang kepada mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita. Untuk itu dari pada mengikuti gaya hidup mereka sebaiknya kita alihkan untuk investasi yang lebih positif dan prospektif untuk masa depan kita dan keluarga kita di jalan Allah SWT bagi kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak.

Allohu Akbar, Allah Maha Besar

kf.wp 100414 CARA ALLAH MEMBERIKAN REZEKI3

Bersyukurlah dengan cara Allah SWT membagi rezeki kepada makhluknya yang tidak memaksakan dan mempersulit diri kita sebagai ciptaan-Nya, semua akan menjadi ringan, mudah dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Barokallohu fiikum

Wallohualambisshawab