kf.wp 100414 BUAH ISTIGHFAR

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اللهم وأسألك خشيتك في الغيب والشهادة وأسألك كلمة الحق في الرضا والغضب وأسألك القصد في الفقر والغن

“ Ya Allah, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya. ” (HR an-Nasa-i (3/54) dan Ahmad (4/264), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani)

Rasulullah bersabda: ” Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya dan hal demikian tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin yaitu jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur, karena ia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya dan jika ia tertimpa musihah, ia bersabar, karena ia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik baginya. ” (HR. Muslim dari Suhaib ra)

Bukti Syar’i Bahwa Istighfar dan Taubat termasuk Kunci Rezeki

Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata: ” Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, ‘ Ber-istighfar-lah kepada Allah!.’ Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, ‘ Ber-istighfar-lah kepada Allah!. ‘ Yang lain lagi berkata kepadanya, ‘ Do’akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!’ , maka beliau mengatakan kepadanya, ‘ Ber-istighfar-lah kepada Allah!.’ Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, ‘ Ber-istighfar-lah kepada Allah!. ”

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan :
” Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya, ‘ Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar.’ [Tafsir Al-Khazin, 7/154. Lihat pula, Ruhul Ma’ani, 29/73], maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, ‘ Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh. “ Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai. ” (QS Nuh [71] : 10-12)
[Tafsir Al-Qurthubi, 18/302-303, Lihat pula Al-Muharrar Al-Wajiz, 16/123].

Allohu Akbar!

Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar!
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai ber-istighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
Aamiin, wahai Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya.

Ayat Lain Adalah Firman Allah Yang Menceritakan Tentang Seruan Hud Alaihis Shalatu Was Sallam Kepada Kaumnya Agar Ber-istighfar : “ Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (QS Hud [11] : 52].

Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan :
“ Kemudian Hud Alaihissalam memerintahkan kaumnya untuk ber-istighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya. Karena itu Allah berfirman: “ Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu. ”
[Tafsir Ibnu Katsir, 2/492, Lihat pula, Tafsir Al-Qurthubi, 9/51].

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadan-keadaan kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do’a.
Aamiin, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.

Wallohu’alambissawab