kf.wp 100414 ALLAH MENGHARGAI PEKERJA KERAS

Ketika seorang pemuda berjabat tangan dengan Rasulullah SAW, tiba – tiba Rasulullah mencium tangan pemuda itu sambil mengatakan : ” Inilah tangan yang dicintai Allah SWT. ” (HR Jamaah)

Kedua tangan pemuda itu keras dan agak kasar mencerminkan bahwa ia seorang pekerja keras yang tidak mengenal lelah. Tergambar pula dari raut wajah dan penampilan fisiknya, ternyata seorang muslim pekerja keras yang dicintai dan dibanggakan oleh Rasulullah saw. Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk selalu bekerja dan bekerja dengan penuh keikhlasan dan sungguh – sungguh, mempersembahkan kerja dan amal yang terbaik, baik yang berkaitan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia bahkan dengan dirinya sendiri. Dengan cara inilah seorang muslim akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki didunia maupun diakherat nanti.

Firman Allah SWT :
” Waquli i’maluu fasayaraa allaahu ‘amalakum warasuuluhu waalmu/minuuna wasaturadduuna ilaa ‘aalimi alghaybi waalsysyahaadati fayunabbi-ukum bimaa kuntum ta’maluuna. ”

” Dan Katakanlah: ” Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. “ (QS. At Taubah [9] : 105)

” Huwa alladzii ja’ala lakumu al-ardha dzaluulan faimsyuu fii manaakibihaa wakuluu min rizqihi wa-ilayhi alnnusyuuru. ”

” Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya (bekerja keras) dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS.Al Mulk : 15)

Rasulullah SAW sangat memuji orang yang berusaha dan bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Rasulullah SAW bersabda :
” Sesungguhnya seseorang dari kalian pergi mencari kayu bakar yang dipikul diatas pundaknya itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi atau tidak.” (HR. Bukhari)

Hadist lainnya :
” Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik hasil usahanya sendiri dan Nabi Dawud AS juga makan dari hasil usaha sendiri. ” (HR.Bukhari)

” Bila seseorang tertidur kelelahan karena mencari rezeki yang halal maka tidurnya itu akan dipenuhi dengan ampunan dari Allah SWT. ” (HR. Tabrani)

Rasulullah SAW sangat membenci bermalas-malasan tidak mau bekerja dan beliau selalu memohon perlindungan Allah SWT dari sifat malas.
” Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali wal jbni wal harami wa a’udzu bika min fitnatil mahya wal mamat wa a’udzu bika min adzabil qabri. ”

” Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap lemah, malas, pengecut dan kepikunan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. “ (HR Bukhari)

kf.wp 100414 ALLAH MENGHARGAI PEKERJA KERAS2

Dengan demikian kita harus bersyukur dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada yang mau bekerja keras untuk mencari rezeki yang halal walaupun mereka sebagai TKI, TKW, kuli pikul, tukang becak, para pemulung dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga diri dari harta haram sekaligus mendorong kita untuk senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar dikaruni rezeki yang halal. Doa di bawah ini diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib (yang diterimanya dari Rasulullah saw) kepada seorang budak yang hendak menebus kemerdekaan dirinya :
“ Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa agninii bifadlika ‘amman siwaaka. ”

“ Ya Allah, cukupilah diriku dengan kehalalan rezeki-Mu dari yang Engkau haramkan dan cukupilah diriku dengan karunia-Mu dari meminta kepada selain-Mu. “ (HR Tirmizi)

Semoga kita dianugrahkan kecintaan kepada hal berkerja keras dan dijauhkan dari sifat lemah dan malas.
Aamiin.

Wallohualambisshawab