kf.wp 060413 Nabi Idris - kafillah di buana

 

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

 

Didalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan kepada mukmin untuk tidak menyimpang dari keadilan apapun keadaannya (lihat QS An-Nisa’ : 135).

Mereka yang beriman sempurna selalu menaati perintah ini dan menegakkan keadilan. Mereka tidak pernah melupakan bahwa mereka harus bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan mereka di hari kemudian dan akan dihadapkan di hari itu dengan setiap perbuatan baik atau buruk yang mereka lakukan. Karena alasan ini pula, tak satu pun target yang mungkin mereka raih di dunia ini tampak lebih baik daripada ridha Allah SWT yang mereka harap tercapai di hari kemudian.

Salah satu sifat terpenting seorang mukmin yang taat adalah bahwa mereka telah memilih cara “orang-orang yang terdepan”. Karena itu mereka selalu menunjukkan sikap dengan selalu berharap meraih kesenangan dari Allah SWT, mereka bertindak dengan kesadaran bahwa :

“untuk setiap hari di mana matahari terbit, ada pahala sedekah bagi orang yang menegakkan keadilan di antara manusia” (HR Bukhari).

 

Allah SWT memerintahkan sebagai berikut:

 

 

4:57

 

 

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia, supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ” (QS An-Nisa’ [4]:58).

 

Untuk dapat meraih pemahaman keadilan menurut pengertian dalam Al-Qur’an, seseorang harus mampu menahan hasrat hawa nafsunya dan mengikuti nuraninya. Di samping  itu, ia harus bertekad menahan amarahnya dan berpikir menurut nalar Al-Qur’an.

Mereka orang-orang yang beriman sempurna memiliki semua watak tesebut diatas, hal ini sesuai pula dengan bunyi ayat: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al-Hujurat [49]: 9), mereka tidak pernah menyeleweng dari keadilan.

 

Wallohualambisshawab