Boleh Mengambil dunia

 

 

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

 

Begitu banyak sekali peringatan dari Allah SWT dan Rasul-Nya tentang bahaya terlalu memfokuskan diri pada dunia ini, bahkan bila membandingkan antara keadaan dunia dan akhirat, maka akhirat itu akan jauh lebih baik lagi.

Bagaimanakah sebaiknya menikmati dunia? Bagaimana panduan Allah SWT agar manusia tetap bisa menikmati dunia ini namun tidak mendapatkan penyesalan di akhirat kelak?

Adalah sebuah kisah yang diberikan oleh Allah SWT untuk menggambarkan penggunaan dan menikmati dunia ini diperankan oleh Qarun, kisah lengkapnya dapat dilihat di surat Al Qashash mulai ayat 76 sampai dengan ayat 82.

Diantara kisah Qarun itu terdapat panduan indah yang Allah SWT sampaikan,

“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS. Al Qashash: 77)

Dengan demikian, Allah SWT meminta agar manusia senantiasa memfokuskan dirinya untuk mencari bekal bagi akhiratnya, namun karena bekal akhirat itu didapatkan ketika hidup di dunia, maka Allah juga tidak mengharamkan dunia.

Allah SWT malah dengan jelas mengingatkan bahwa ‘dirimu ini punya hak sebagaimana Allah juga punya hak atas dirimu. Keluarga, masyarakat, bahkan tamu-tamu yang datang padamu juga punya hak, maka penuhilah hak-hak itu.

Makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pasangan, semua itu adalah salah satu cara agar kita bisa menjaga hak-hak itu. Allah SWT membolehkan kita menikmati dunia namun juga mengingatkan sejak dari awal, bahwa apapun yang ada di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Sudahkah menjaga hak-hak yang ada pada dirimu?

 

Wallahu a’lam bisshawab

 

Sumber : zakatcenter