Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu

Bismillahirahmannirohim

 

 

kf.wp seorang-umat-muslim-membaca-alquran-usai-melaksanakan-shalat-dhuha-ilustrasi
 

Allah SWT menyuruh kita untuk berdo’a dan niscaya do;a yang kita panjatkan akan dikabulkan-Nya. Allah SWT berfirman,: ”Sesungguhnya orang-orang yang sombong terhadap menyembah-Ku, mereka nanti akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan terhina” (Q.S. Al Mukmin: 60).

Allah SWT yang Maha Agung, yang melimpah karunia-Nya, menjadikan permohonan hamba-Nya untuk memenuhi hajatnya sebagai suatu ibadah kepada-Nya. Dia mencela hamba-Nya yang enggan berdo’a. Orang yang tidak mau berdo’a digolongkan sebagai orang yang sombong yang diancam dengan neraka. Rasulullah saw bersabda, ”Barang siapa yang tidak meminta kepada-Nya, Allah Swt. akan marah kepadanya” (H.R. Tirmidzi).

Pada ayat yang lain Allah SWT memerintahkan agar manusia memohon kepada-Nya, ”Mohonlah kepada Allah SWT sebagian dari anugerah-Nya” (Q.S. An Nisa: 32).                                                                                                    

Berapa pun banyaknya yang meminta dan betapa pun banyaknya yang mereka semua minta, lalu semua diberi sesuai dengan permintaannya, itu hanya sebagian kecil dari anugerah Allah Swt..

Rasulullah saw juga bersabda yang menunjukkan betapa besar nilai do’a sekaligus merupakan anjuran memanjatkan do’a, ”Tiada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Swt. melebihi do’a.” Sabdanya dipertegas lagi dalam hadis berikut,”Doa adalah ibadah” (H.R. Tirmidzi dan Abu Daud).

Hal ini disebabkan setiap ibadah mengandung permohonan. Permohonan yang sebenarnya adalah yang tulus ditujukan kepada Allah SWT setelah mengakui keesaan-Nya. Di sisi lain, kata ibadah sering kali digunakan dalam Al Qur’an dalam arti do’a, begitupun juga sebaliknya.

Allah SWT membuka pintu selebar-lebarnya bagi manusia untuk memohon kepada-Nya, bahkan Dia akan marah kepada mereka yang enggan berdo’a. Keengganan itu mengisyaratkan bahwa manusia tidak mengakui kelemahannya dan kebutuhannya kepada Allah SWT, padahal semua manusia pasti membutuhkan pertolongan-Nya.

Allah SWT berfirman, ”Hai manusia, kamulah orang-orang yang butuh kepada Allah Swt. dan Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji” (Q.S. Fathir: 15).

Ayat tersebut di atas menyebutkan terlebih dahulu kebutuhan manusia kepada Allah SWT, baru menegaskan bahwa Allah SWT sama sekali tidak butuh kepada manusia. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menanamkan perlunya kerendahan hati dalam diri manusia guna mencapai apa yang dikehendaki dari pernyataan di atas. Semua makhluk membutuhkan Allah SWT, akan tetapi kebutuhan manusia kepada Allah SWT melebihi makhluk yang lain.

Kesadaran akan kebutuhan manusia kepada Allah SWT dan kesadarannya akan ketidakmampuan selain-Nya untuk memenuhi harapannya itulah yang dilukiskan Allah SWT dalam surat Al Fatihah: 5, ”Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Ucapan ini berarti tidak ada satu pun yang dapat menolong kecuali Allah SWT. Siapa pun selain-Nya yang secara lahiriah memberi pertolongan, pada hakikatnya kemampuannya itu bersumber dari Allah SWT dan atas izin-Nya.

Berdo’alah kepada Allah SWT setiap hari, baik di waktu sempit maupun lapang, di waktu sehat maupun sakit, dan di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah dengan tulus,”Wahai Tuhan Pemeliharaku” niscaya Allah SWT akan menyambut permohonan hamba-Nya dengan mengatakan,”Kusambut panggilanmu. Mohonlah niscaya engkau Ku-beri.”

Barakalloh
Wallohualambisshawab