Jawa Barat atau Sunda memang kaya akan tradisi budaya dan kesenian, tak ayal berbagai sanggar seni dan grup senipun tumbuh berkembang melestarikan kebudayaan yang dilupakan generasi sekarang. Seperti halnya grup sisingaan yang merupakan kesenian khas sunda salahsatu tradisi yang cukup populer di Subang.

Group seni sisingaan ini terdiri dari 4 orang pengusung sisingaan, sepasang patung sisingaan, penunggang sisingaan, waditra, nayaga, dan sinden. Secara filosofis 4 orang pengusung sisingaan mengandung arti masyarakat pribumi yang tertindak kaum penjajah, sepasang sisingaan melambangkan penjajah, sedangkan penunggang sisingaan melambangkan generasi muda yang siap mengusir penjajah, nayaga melambangkan masyarakat yang bergembira, atau memberikan motivasi kepada generasi muda untuk dapat mengalahkan penjajah.

seni sisingaan subang jawa barat

Layaknya sebuah tradisi kesenian rakyat, Sisingaan ini penuh dengan aura kegembiraan dan suka cita, ini terlihat dari gerakan nya yang dinamis dan energik. Dalam perkembangannya kesenian Sisingaan ini menjadi seni yang biasa dipertunjukkan untuk menghibur anak dikhitan. Hajatan ini biasanya digelar sebelum atau sesudah seorang anak dikhitan. Bahkan, bisa juga pada suatu waktu ketika orangtuanya memang sedang berlimpah rejeki. Sisingaan ini bukan saja sebuah acara milik satu keluarga, melainkan bisa menjadi sebuah acara kolektif yang melibatkan lebih dari dua atau tiga orang anak dari keluarga yang berbeda. Artinya, ketika ada salah satu keluarga yang mengundang grup Sisingaan untuk pesta khitanan anaknya, maka keluarga lain boleh “menitipkan” anaknya untuk ikut ditandu grup sisingaan.

sisingaan dimainkan oleh 4 orang

Melihat pertumbuhan dari grup sisingaan yang terus bertambah dan antusiasme warga yang turut melestarikan kesenian ini tradisi ini kedepan kesenian sisingaan ini masih akan tetap eksis. Harapan ini muncul terlihat bertambahnya ratusan grup sisingaan yang tersebar di Kabupaten Subang.Tradisi ini juga terus didorong agar menjadi ciri khas kesenian di Jawa Barat.