POSISI, SEDEKAH ISTRI DAN HUBUNGAN CINTA KASIH 

 

Gambar

 

KASUR
DAPUR
SUMUR

Tiga kata ini sering dilekatkan pada istri dalam memerankan posisinya sebagai ibu rumah tangga.

A. Kasur,identik dengan pelayanan kebutuhan biologis kepada suami.

B. Dapur dan sumur merupakan wilayah wajib dalam mengurus segala keperluan rumah tangga.Mulai dari memasak,mencuci,membereskan rumah,serta seabrek aktivitas rumah tangga lainnya.

Atas dasar sejumlah kewajiban inilah,maka para istri tidak dibebankan mencari nafkah.Para Istri hanya bertugas sebagai pelaksana rumah tangga,menjalankan kewajiban sesuai amanah suami.

Sementara suami,adalah pencari nafkah guna memenuhi kebutuhan istri dan anaknya.Ia adalah pemimpin atas istri dan anaknya.Orang yang bertanggung jawab atas hidup dan kehidupan keluarganya.

Sebagaimana Firman Allah:”Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita,oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka(laki-laki)atas sebagian yang lain(wanita),dan karena mereka(laki-laki)telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”(QS.An Nisa’:34)

Para ulama Madzab memiliki pandangan berbeda dalam dengan kelaziman masalah ini.

1.Madzab Hanafi.

Imam Al-Kasani dalam Kitab Al Bada’i menyebutkan bahwa seandainya suami pulang membawa bahan pangan yang masih harus dimasak dan diolah,lalu istrinya enggan memasaknya,maka si istri tidak boleh dipaksa.Sebab suaminya harus membawa makanan yang siap santap.

Dalam Al Fatawa Al Hindiyah fii Fiqhil Hanafiyah disebutkan bahwa jika seorang istri berkata ”saya tidak mau masak dan bikin roti”,siistri tidak boleh dipaksa,dan suami harus memberinya makanan siap santap atau mencari pembantu untuk memasak.

2.Madzab Maliki.

Dalam Kitab AsykSyahrul Kabir disebutkan bahwa wajib bagi suami berkhidmat(melayani)istrinya.Walaupun,misalnya suami memiliki keluasan rizki dan istri punya kemampuan berkhidmat,namun suami tetap merupakan pihak yang wajib malayani.Dalam keadaan financial yang mampu,suami wajib menyediakan pembantu bagi istrinya.

3.Madzab Syafi’i.

Al Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab karya Abu Ishaq Asy -Syirazi menyebutkan bahwa tidak wajib atas istri berkhidmat untuk membuat roti,memasak,mencuci,dan bentuk pelayanan lainnya,karena yang ditetapkan (dalam pernikahan)adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual(istimta’),sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban.

4.Mazhab Hanabilah.

Seorang istri tidak diwajibkan berkhidmat pada suaminya,baik berupa mengadoni bahan makanan,membuat roti,memasak,menyapu ,menimba air,karena yang ditekankan hanya kewajiban pelayanan seksual,maka pelayanan dalam bentuk selain itu tidak wajib dilakukan istri.

5.Mazhab Az-Zhahiri.

dalam Mazhab yang dipelopori Daud Adz-Zhahiri ini,ppara ulama juga berpendapat bahwa istri tdak berkewajiban memasak/membuat roti atau pelayanan lainnya,sekalipun suamina anak seorang petinggi/pejabat.

Pandangan para ulama mazhab ini seirama dengan potret kehidupan Rumah tangga RasuluLlah dan para sahabat.dimana RasuluLlah menjahit sendiri bajunya yang robek,membersihkan rumah padahal ia juga mencari nafkah untuk keluarganya.

*SEDEKAH ISTRI*

Bila istri melakukan pekerjaan rumah tangga,menurut para ulama ,dinilai sedekah baginya,sebab yang ia lakukan atas dasar kerelaan hati membantu suaminya.
Sejarah menunjukkah,putri RasuluLlah,Fatimah,melakukan sendiri aktivitas rumah tangganya.Sang ayah,bukan tidak mampu memberinya pembantu,namun Rasul mengangap bahwa yang dlakukan Fatimah menjadi tabungan amalnya di Hari Akhir.
”Aku bisa memberimu seribu budak,namun setiap tetes keringat yang engkau keluarkan untuk mengurus rumah,balasannya adalah surga”Demikian Rasul menjanjikan putri yang paling dikasihinya.

Sebab itulah Fatimah berujar”Wahai kaum wanita,seandainya engkau mengerti kewajiban terhadap suamimu,tentu seorang istri akan menyapu debu dari kedua telapak kaki suaminya dengan sebagian mukanya”.

 

 

Gambar

 

**HUBUNGAN CINTA KASIH**

Silang pendapat para ulama bleh saja mewarnai persoalan wajib tidaknya istri mengerjakan rumah tangga.Namun,diluar itu,patut disadari bahwa relasi yang dibangun antara suami istri adalah hubungan cinta,kasih sayang,kerelaan,saling memiliki,saling tolong,senasib sepenanggungan.
Apa yang dilakukan keduanya bertujuan saling membahagiakan.

Sehingga istri yang tidak berkewajiban mengurus rumah tangga,dengan rela melayani suaminya, semua dilakukan semata-mata karena cinta dan sayang;serta akan diganjar pahala dari apa yang dikerjakan.Karena dengan bantuannya itu suami menjadi senang dan ridha kepadanya.

Untuk itu,teramat wajar jika istri harus mendapat nafkah dari suaminya sebab yang dilakukannya agar suami bisa konsentrasi penuh dalam mencari nafkah juga agar kehidupan rumah tangga berjalan seimbang dan harmonis menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

 

 

Gambar

Semoga Bermanfaat,

 

Wallohualambisshawab