Astaghfirullahaladzimhimindzalik

Betapa seringkali kita tergiur untuk sesegera mungkin memiliki harta dan kekayaan yang melimpah, apapun caranya akan kita tempuh termasuk harus mengorbankan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita, berharap nantinya
kita tidak lagi capek banting tulang peras keringat untuk mendapatkan harta-harta berikutnya, cukuplah harta kita yang bekerja dan kita tinggal ongkang-ongkang kaki menikmati hasilnya, tentunya apalagi kalau bukan untuk memuaskan segala keinginan nafsu dan gaya hidup kita.

Dengan Harta kita bisa membeli cinta, namun apakah cinta bisa dipakai membeli harta ?                                                                   
Mana yang benar ?

                                                                                                                                                                                                        
CINTA ATAU HARTA : PILIH MANA ?

Adalah sepasang suami istri yang bahagia. Istrinya yang cantik dan shalihah bernama Fauziah binti Abdullah. Suaminya yang tampan bernama Salam bin Sufyan. Semua orang menilai mereka pasangan ideal yang taat beribadah walau keadaan ekonomi mereka biasa saja, mereka adalah pasangan yang sabar menanti rezeki dan segala hal yang diatur oleh Allah.

Kecantikan Fauziah binti Abdullah sesungguhnya membuat semua lelaki iri kepada Salam bin Sufyan dan salah satunya adalah seorang saudagar kaya yang belum menikah di kota itu, bernama Husein bin Ishak. Husein bin Ishak selalu mengintip ke mana pun Fauziah pergi, perasaan Husein gundah dan sangat menginginkan Fauziah karena tidak kuat menahan gelisah, dia mengatakan hal itu kepada sahabatnya, Ismail bin Sholeh.

“ Ya Allah, kau jatuh cinta kepada perempuan bersuami. Apakah tidak ada perempuan lain selain dia? ” tanya Ismail dengan terkejut.
“ Aku sangat mencintainya. Bahkan aku rela menukar apa pun untuknya. ” kata Husein sangat yakin.
Mereka lalu menyusun rencana untuk memisahkan suami istri itu, Ismail mengatakan akan membantu Husein memperistri Fauziah dan Ismail pun mendatangi rumah Fauziah dan Salam.

“ Wahai Sahabatku, saudagar kaya bernama Husein bin Ishak ingin bertemu denganmu. ” kata Ismail pada Salam.
Salam sangat kaget dengan undangan itu, bagaimana mungkin seorang saudagar kaya mengundang orang miskin sepertinya. Salam lalu memenuhi undangan Husein dengan hati yang dipenuhi tanda tanya.
Rupanya dalam hal ini Husein sangat tahu kelemahan orang miskin seperti Salam kendati Salam adalah orang ahli ibadah, apa boleh buat Husein sudah terlanjur terpana dengan pancaran kecantikan akhlaq dan spiritual Fauziah, bagi dia banyak harta adalah hal yang biasa, tidak ada yang istimewa dari semua harta dan kekayaan yang dimilikinya, namun pancaran cahaya spiritual seorang wanita sholehah baru dia rasakan ada pada diri Fauziah.

Sampailah Salam di kediaman Husein yang sangat indah, Salam merasa undangan dari Husein merupakan penghargaan baginya dan dia merasa bahwa ini bisa menjadi jalan bagi kehidupannya.
“ Selamat datang, Sahabatku. ” sambut Husein ramah.
Salam menjadi kikuk dengan panggilan sahabat.
“ Assalamu’alaikum. ” katanya bergetar.
“ Wa’alaikumsalam. Anggaplah ini sebagai rumahmu sendiri. ” kata Husein. “ Aku ingin berbincang denganmu, karena itu sebabnya aku memanggilmu. ” lanjut Husein.
“ Apa gerangan yang membuat kau memanggilku. Katakanlah, aku akan membantu jika memang kau membutuhkan bantuanku. ” jawab Salam.
“ Bagaimana keadaanmu? ” tanya Husein.
“ Aku baik-baik saja, sungguh pun aku dan istriku berada dalam kemiskinan. ” Salam berpikir dengan mengatakan hal itu, Husein akan memberikan sesuatu padanya.
“ Ya, aku tahu mengenai itu. Itulah sebab aku memanggilmu. ”
Apa yang dikatakan Husein membuat Salam terperanjat.
“ Bagaimana keadaan istri mu? ” tanya Husein.
“ Istriku? Dia adalah perempuan salihah dan sabar menghadapi ujian ini. Dia tidak pernah mengeluh dan tetap mengabdi kepadaku sebagai suaminya. Selain itu, yang membuatku bangga adalah kecantikannya tidak pernah memudar walau kesulitan melilit kami. Dia selalu merasa bahagia. ” jawab Salam bersemangat ketika bercerita mengenai Fauziah.

“ Apa yang terjadi jika kalian bercerai? ” Husein bertanya tanpa ragu.
“ Ah, ada-ada saja. Aku sangat mencintainya dan hanya Allah yang akan memisahkan kami. ” jawab Salam.
“ Hmmm, maksudku… aku ingin menukar istrimu dengan separuh harta yang kumiliki untukmu. ” kata Husein.
“ Maksudmu? ”
“ Sejak lama, aku memendam cinta pada istrimu, bahkan rasa cinta itu membuatku gelisah sepanjang malam. Aku tidak bergairah melakukan apa pun, yang terbayang hanyalah istrimu dan aku ingin melamarnya. Karena itulah aku memanggilmu. Aku ingin berbagi kisah sedih ini denganmu. Apakah perasaanku wajar? Bahkan aku rela menukar apa pun untuk seorang Fauziah. ” Husein mengatakan itu dengan agak gemetaran.
Salam tidak mengatakan apa-apa, pikirannya berkecamuk antara cinta dan harta. Jika dia memilih Fauziah, hidupnya akan tetap miskin. Jika dia melepaskan Fauziah, dalam hitungan detik dia menjadi kaya raya. Apa yang akan dipilihnya.
“ Semua keputusan ada di tanganmu. ” ujar Husein.
“ Berikan aku waktu untuk berpikir. ” pinta Salam.

Di tengah perjalanan bisikan nafsu dan syetan bersatu padu menjebol benteng keimanan Salam dan mengaduk-aduk isi hatinya agar Salam sepakat dengan sebuah persepsi bahwa Harta bisa membeli segalanya termasuk mengganti Fauziah dengan wanita lain yang lebih muda, cantik dan sholehah tentunya, begitulah bisik nafsu Salam.
Sampailah Salam ke rumahnya, ditemuinya Fauziah istrinya dan memberitahukan perbincangannya dengan Husein. Alangkah sangat terkejutnya Fauziah dengan apa yang dikatakan suaminya, seketika pula timbul perasaan waswas dalam hatinya dan benar saja sampai pada suatu hari akhirnya Salam mengambil keputusan untuk menceraikan Fauziah.
“ Ya Allah… Suamiku telah menceraikan aku, Engkau Maha Tau atas diriku, ku serahkan diri ini hanya untuk mengabdi pada-MU, hanya Kehendak-MU-lah yang terbaik untuk aku turut. ” tangis Fauziah dalam do’anya.

Selanjutnya, Salam mengatakan kepada Husein bahwa dia sudah menceraikan Fauziah dan dia menuntut janji Husein yang akan memberikan separuh hartanya, seluruh masyarakat mempergunjingkan hal itu, semua orangpun mengetahui peristiwa yang dianggap memalukan itu; memilih harta dibandingkan cinta. Salam menceraikan Fauziah karena harta.

Setelah masa idah Fauziah habis, Husein datang meminang Fauziah, kemudian Fauziah mengatakan akan melakukan shalat istikharah sebelum menolak atau menerima pinangan Husein.
“ Baik, Aku setuju untuk menunggu, ” kata Husein dengan tegas.
Tibalah hari memberi kabar mengenai jawaban yang diberikan Allah atas shalat istikharah Fauziah, orangtua Fauziah mengutus salah satu kerabat ke rumah Husein.
“ Wahai Sahabatku, jawaban dari Allah untuk pinanganmu adalah menerimamu sebagai suami bagi Fauziah. ”
Betapa bahagia hati Husein, pernikahan diselenggarakan dengan meriah, Husein dan Fauziah hidup berbahagia.

Lain ceritanya dengan Salam yang telah hidup bergelimang harta rupanya mendengar kebahagiaan mereka. Hatinya terbakar api cemburu, dia membayangkan mantan istrinya yang cantik, salihah dan sabar kini telah menjadi milik orang lain. Kecemburuan itu membuat kesehatannya memburuk, pada akhirnya Husein jatuh sakit, biaya pengobatan yang besar lambat laun membuat hartanya habis dan dia kembali jatuh miskin.
                                                                                                                                                                                          
Subhanalloh
                                                                                                                                                                                                        
Saudaraku,                                                                                                                                                                                  
Adalah memang hanya orang yang mampu bersabar saja yang akan mendapatkan kegembiraan dan kebahagiaan pada setiap akhir episode drama kehidupan ini, dimana Allah telah memberitahukan hal ini sebelumnya,

Allah SWT berfirman:                                                                
“ Dan kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “ Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ” (sungguh, kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali), Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. ” (QS. Al-Baqarah [2]:155-157).

Rasulullah saw juga pernah berpesan,
“ Sungguh, amat mengagumkan keadaan orang beriman itu, karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia mendapat nikmat (kebahagiaan), dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan bila ditimpah musibah, dia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya. ” (HR. Muslim).

Wajah Cantik Jelita dan Tampan Rupawan memang salah satu anugerah tersendiri bagi yang merasa dirinya cantik atau tampan, tetapi sejatinya setiap kita diciptakan oleh Allah SWT dengan sebaik-baik ciptaan, walau diantara kita ada yang merasa ‘kurang’ dalam tampilan fisiknya. Kita sering menyaksikan banyak orang yang cantik jelita atau tampan gagah perkasa, namun jika kita ketemu dia begitu ‘kurang simpatik’ melihatnya, hal itu karena perilaku dan akhlaknya sangat menyakitkan banyak orang, dan sebaliknya tidak sedikit orang yang cantik atau tampannya pas-pasan namun begitu sejuk dipandang dan begitu menenteramkan jika kita berada didekatnya.

“ Tidaklah mereka berjalan di muka bumi, agar mereka memiliki hati yang dengannya mereka dapat memahami, dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka dapat mendengar, karena sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi hati yang di dalam dada yang buta. “ (QS.Al-Hajj [22]:46 )

Kisah tersebut diatas cukup untuk kita ambil pelajarannya, bahwa HARTA bukanlah segala-galanya, Allah SWT sangat-sangat Maha Kaya, Dia memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-NYA tanpa perhitungan dan tak akan ada seorang yang mampu menolak pemberian-NYA, Dia juga sangat-sangat mudah mencabut seluruh harta kekayaan kita dalam sekejap jika Dia menghendakinya dan tak satupun orang yang mampu mencegahnya.

Demikian pula CINTA kepada manusia, CINTA bukanlah RASA yang harus diagung-agungkan, karena RASA CINTA akan memudar ketika apa yang kita cintai itu menjauh dari perasaan kita bahkan menghilang dari tatapan dan tangan kita.
Hanya HATI yang bersih saja yang akan mampu memancarkan CAHAYA RUHIAH, meresonansi/mempengaruhi hati orang-orang disekitar kita, bahkan pancaran cahayanya akan kekal.  Berbahagialah yang senantiasa menjaga dan membersihkan HATI, karena ia adalah cermin yang akan memancarkan CAHAYA KESEMPURNAAN Ruhiah yang akan menutupi seluruh CELA yang ada dalam raga ini.

Hanya Suami yang BODOH saja berani tega meninggalkan Istri Sholehahnya terlantar di rumahnya atau bahkan dipinta orang lain dan hanya Istri yang TOLOL saja yang mematikan kesholehan suaminya dengan berbagai macam tuntutan duniawi hingga kinerja hidupnya menjadi TIDAK EFEKTIF.

Barokalloh

                                                                                                                                                                              
Wallohualambisshawab 

 

Gambar

Engkau Maha Tau atas diriku, ku serahkan diri ini hanya untuk mengabdi pada-MU

Gambar

hanya Kehendak-MU-lah yang terbaik untuk aku turut